Toko Aki Dibobol Maling, Rp 31 Juta Amblas

206

MADIUN – Keputusan Alfian membuka cabang di Desa Tiron, Madiun, mendapat cobaan. Toko aki yang baru satu setengah bulan buka di Jalan Raya Madiun–Surabaya itu dibobol maling kemarin (18/10). Puluhan aki roda empat di toko Dwi Jaya tersebut digondol. Kerugian ditaksir mencapai Rp 31 juta. ‘’Total ada 44 aki besar dan tujuh kecil yang hilang,’’ ungkap Ilham Kurniawan, 24, penjaga toko.

Jejak pencurian itu kali pertama diketahui sekitar pukul 06.00 oleh penjual nasi goreng yang warungnya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Perempuan itu biasa mematikan lampu teras. Namun, saat hendak melakukan tugas tersebut, ternyata lampu sudah padam. Dia curiga lantaran pintu harmonika toko dalam kondisi terbuka sekitar 50 sentimeter. Kondisi itu pun disampaikan ke Alfian dan diteruskan ke Ilham sekitar pukul 07.30. ‘’Saya tiba, toko sudah kosong (tidak ada tumpukan aki di rak, Red),’’ kata warga Jalan Pilang Cipta, Pilangbango, Kartoharjo, Kota Madiun, itu.

Ada dua tempat aki di toko seluas 3×5 meter tersebut. Puluhan aki merek Nagoya, Incoe, dan GS diletakkan di tiga rak. Sedangkan puluhan aki kecil diletakkan dalam etalase dekat meja kasir. Ilham menyebut salah satu kaca etalase ada bekas dibuka paksa. Pecahan kaca congkelan diletakkan di atas rak. Dari situ diketahui ada tujuh aki kecil basah yang hilang. ‘’Ada tumpahan air aki di lantai,’’ ujarnya.

Ilham menjaga toko mulai pukul 08.00 hingga 19.00. Dia memastikan pintu depan dalam posisi sudah terkunci dari luar ketika ditinggal. Selain mengunci pintu harmonika, demi keamanan ditambah kunci gembok. Ketika pintu diketahui terbuka, lanjut dia,  kunci gembok itu tidak ada. Terlihat bekas congkelan benda tumpul pada sisi samping lubang kunci pintu. ‘’Kemungkinan pelakunya keluar masuk lewat pintu depan. Pintu belakang masih utuh,’’ terangnya sembari menduga aksi pencurian dilakukan lebih dari dua orang dan menggunakan roda empat.

Menurut dia, tidak ada yang janggal ketika melayani para pembeli sejak pertama kali toko beroperasi. Dalam sehari rata-rata ada satu hingga dua pembeli. Kecenderungannya bertanya sampai pukul berapa toko buka. Pertanyaan konsumen tersebut dinilai wajar. Terkait keamanan, Ilham menyebut tidak ada penjaga khusus malam. Pun tidak dilengkapi kamera CCTV. Lampu teras dinyalakan untuk penerangan malam. ‘’Bos saya sudah melapor ke polisi dan tadi (kemarin, Red) sudah ada pengecekan,’’ tuturnya.

Kapolsek Nglames AKP M. Tjanu membenarkan ada laporan pencurian di toko Dwi Jaya. Namun, dia masih enggan berkomentar terkait temuan hasil olah TKP. Juga keterangan yang didapatkan dari para saksi. Dia beralasan kasus pencurian dengan pemberatan itu masih didalami. ‘’Kami lidik dulu,’’ katanya singkat. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here