TNI-Polisi Kembali Obok-obok THM

361

MADIUN – Semakin sering razia tempat hiburan malam (THM) di Kota Karismatik. Lagi-lagi, tim gabungan POM TNI-AU, TNI-AD, satpol PP serta propam kepolisian menyambangi sejumlah THM, Sabtu malam (23/3).

Ada enam titik yang disambangi. Sasarannya sebenarnya bukan karyawan BUMN, melainkan anggota TNI dan polisi. Razia dimulai pukul 22.00. Tim gabungan yang dipimpin Komandan Satuan Pelaksana Penegakan Hukum, Disiplin dan Pengawalan Denpom V/1 Madiun, Kapten CPM Subagiyo itu mendatangi New Castle di Jalan Taman Praja.

Selanjutnya, tim gabungan langsung menyebar sesampai di lokasi. Seluruh room maupun hall disambangi. Setiap pengunjung diminta menunjukkan kartu identitasnya. Mereka mencari pengunjung yang berstatus anggota militer.

Ada salah satu room yang tampak ramai. Mereka sempat berkeberatan saat petugas meminta kartu identitas. Nah, saat itu salah seorang perempuan pendamping melarang pengambilan gambar untuk dokumentasi kegiatan. Perempuan itu duduk sambil menutupi seorang tamu. Namun, petugas tetap meminta kartu identitas tamu tersebut.

Tamu lelaki yang bersembunyi di balik perempuan itu ternyata adalah SH, karyawan salah satu BUMN di Kota Madiun. Dia datang ke tempat karaoke itu bersama dengan tiga temannya yang lain. Seorang di antaranya bernama SUP merupakan teman sekantor SH yang juga bekerja di salah satu perusahaan jasa operasional kereta api. Saat operasi itu dilakukan, dia justru berada di luar room. ‘’Saya minta kartu identitasnya, Pak,’’ kata seorang petugas.

Subagiyo menjelaskan, sasaran operasi adalah anggota TNI dan polisi. Karena itu, dia hanya meminta SH dan SUP menunjukkan kartu identitas. Namun demikian, mereka tetap dilakukan pendataan oleh satpol pp. ’’Karena (berstatus) orang sipil, mereka hanya didata. Kami tidak sampai melakukan tindakan (pembinaan),’’ jelasnya.

Lebih dari 15 menit, tim berada di tempat hiburan malam tersebut. Selanjutnya, tim bergeser ke tempat karaoke K-5 dan RBT di Jalan S Parman dan Suzana di Jalan Basuki Rahmat. Hanya, mereka tidak menemukan sasaran yang dimaksud.

Begitu juga saat di Hotel Kharisma. Petugas tidak mendapati temuan berarti. Petugas hanya menemukan salah satu penghuni kamar yang membawa identitas ganda. Tapi, dia hanya didata oleh satpol pp tanpa harus diamankan.

Dari situ kemudian tim bergeser ke Fire Club di Jalan Cokroaminoto. Disitu razia dilakukan secara senyap. Hanya anggota berpakaian preman yang masuk melakukan pemeriksaan kepada para tamu. Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan kepanikan kepada pengunjung diskotek lainnya. Sekitar 10 menit di lokasi tersebut, kemudian petugas kembali ke denpom. ‘’Operasi tersebut merupakan penegakan hukum terhadap anggota militer. Menurut aturan, anggota TNI tidak boleh masuk ke tempat hiburan,’’ terang Subagiyo. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here