Madiun

TKI Ramai-Ramai Kirim Duit ke Madiun, Remiten Tembus Rp 30 Miliar

MADIUN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madiun banyak yang mengirimkan uang kepada keluarganya di tanah air. Salah satunya melalui jasa pengiriman uang western union di Kantor Pos Madiun. Hingga akhir Mei lalu, jumlah remittance (jasa pengiriman atau penerimaan uang antar-negara) tumbuh 30 persen.

Sales Supervisor Kantor Pos Madiun Pujiyono menyebutkan rata-rata pengiriman uang antar-negara oleh TKI mencapai Rp 1 miliar per hari. Sehingga apabila dikalibrasikan sesuai tanggal pada bulan Mei nilai total transaksi remiten para pahlawan devisa negara itu mencapai sekitar Rp 30 miliar. ‘’TKI di sana kirim ke sini, untuk THR. Trennya seperti itu menjelang Lebaran,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Kantong-kantong TKI di Madiun cukup banyak. Terutama yang berasal dari Kabupaten Madiun. Antara lain dari Kecamatan Dolopo, Geger, Dagangan, Kebonsari, dan Wungu. Banyaknya TKI di luar negeri itu, berdampak pada pengiriman uang ke Indonesia yang cukup banyak pula. ’’Pengaruh lainnya karena ada promo-promo, seperti umrah dan lain sebagainya,’’ imbuh Pujiyono.

Diungkapkannya, pengiriman uang itu mayoritas di dominasi oleh TKI dari negara-negara tertentu. Seperti Malaysia, Hongkong, dan Taiwan. ’’Kalau tahun lalu pengiriman uang paling banyak TKI yang bekerja di negara-negara Arab,’’ terangnya.

Ketika TKI mengirimkan uang di Indonesia, giliran keluarga yang ada di tanah air mengirimkan paket berupa parcel ke luar negeri. Setidaknya hingga akhir Mei lalu, pengiriman barang keluar (outgoing) mengalami pertumbuhan sebesar 50 persen. Tahun lalu, kiriman outgoing bisa mencapai 22 ribu item saat Ramadan. ‘’Tahun ini tumbuh sampai 33 ribu paket,’’ tandasnya.

Pujiyono menyebutkan pengiriman barang didominasi kiriman bisnis online. Terutama sektor fashion seperti hijab yang banyak dikirim lewat pos. Diakuinya, pertumbuhan itu terlihat dari traffic beberapa loket kantor pos yang ada di Madiun. ’’Saat ini merupakan momen puncak pengiriman barang,’’ ujarnya.

Dari data tersebut bisa diartikan jika banyak warga Madiun jualan online dan menjadi reseller. Di mana barang yang dibeli kemudian dijual kembali. Pada momen seperti sekarang, satu reseller bisa mengirim paket sampai 10 item. Selain pengusaha online, tidak sedikit juga UMKM yang meraup rezeki pada momen Ramadan. Pengiriman parcel pun juga mengalami peningkatan.

Selain itu, Pujiyono menambahkan pihaknya tetap melakukan pengiriman kartu Lebaran. Namun jumlahnya tidak sebanyak pengiriman barang. ‘’Tradisi pengiriman kartu Lebaran paling banyak didominasi oleh instansi pemerintahan. Kalau untuk masyarakat umum hampir pasti sudah tidak ada,’’ terangnya. (her/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close