Magetan

TKI Parang Celaka di Taiwan, Luka Parah di Kepala

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kabar tak menyenangkan datang dari negeri seberang. Budi Yanto, TKI asal Dusun Ngepeh, Desa/Kecamatan Parang, sejak Oktober lalu harus menjalani perawatan di rumah sakit Taiwan. Itu terjadi setelah korban mengalami kecelakaan kerja hingga bagian kepalanya mengalami luka parah.

Kini, pihak keluarga korban di Magetan tengah mengupayakan agar pekerja pabrik baja itu  bisa segera pulang ke tanah air. ‘’Ini masih kami usahakan agar administrasinya segera selesai,” kata Riska Agustin Gita Samara, adik Budi, Senin (2/12).

Budi seharusnya sudah pulang dua tahun lalu bersamaan habisnya masa kontrak kerja. Namun, sang kakak memilih tidak memperbarui paspor. Karena itu, pihak keluarga kini harus mengurus semuanya dari awal. ”Bikin e-KTP lagi untuk mengurus BPJS,” ujar Riska.

Dia menyebut, proses pengurusan dokumen administrasi tersebut butuh waktu lama karena Budi yang telah bercerai itu belum memperbarui kartu keluarga (KK). ‘’Makanya, harus mengurus KTP. Nanti kalau BPJS-nya sudah jadi juga masih perlu menunggu waktu sekitar dua minggu untuk bisa digunakan,’’ terang Riska.

Saat ini pihaknya sedang mengupayakan meminta rujukan dari puskesmas, RSUD Sayidiman, dan RSUD dr Soetomo Surabaya. ”Kemenlu memberi opsi ke Jakarta atau Surabaya. Kami pilih Surabaya,” tutur Riska sembari menyebut Budi sempat koma tujuh hari.

Plt Kepala Disnaker Magetan Hermawan mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disnaker Jatim dan BNP2TKI untuk memulangkan Budi. Pun, korban baru bisa pulang setelah semua biaya perawatan di rumah sakit Taiwan lunas. ”Kami masih usahakan,” katanya.

Dia menambahkan, Budi bekerja di Taiwan sebagai buruh migran prosedural. Namun, belakangan kabur dan sudah tidak terdata lagi di disnaker. Meski begitu, pihaknya tetap berusaha membantu keluarganya untuk memulangkan Budi ke Magetan. ‘’Keluarganya kesulitan biaya. Apalagi, selama ini korban jarang mengirim uang ke kampung,” ungkapnya. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close