Tipu 5 Konsumen, Seorang Karyawan Diler Dipolisikan

151

NGAWI – Ulah tipu-tipu di Bumi Orek-Orek marak terjadi. Kali ini menyeret nama salah seorang karyawan diler motor kenamaan. Tak tanggung-tanggung, lima laporan penipuan dengan terlapor sama telah melayang ke kantor polisi selama lima hari terakhir.

Pihak terlapor sama. Yakni, Kembang (nama samaran), salah seorang karyawan diler. ‘’Kemungkinan besar masih banyak warga yang menjadi korbannya,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib kemarin (4/3).

Laporan pertama datang dari Rod, warga Kecamatan Paron, pada Rabu lalu (27/2). Rod melayangkan laporan ke polisi lantaran merasa kena tipu Kembang. Bermula saat akhir Oktober tahun lalu pelapor berniat membeli motor di salah satu diler di Ngawi.

Rob yang kala itu dilayani Kembang lantas terlibat tawar-menawar harga. Pelapor hendak membeli Honda Vario secara kontan. Namun, oleh terlapor diarahkan memakai sistem cash-tempo. Sisa kekurangan dicicil. ‘’Pelapor membayar uang muka sekitar Rp 15,3 juta,’’ ungkap Indra.

Sehari sebelum Rod membuat laporan ke kantor polisi, petugas finance datang menemuinya. Memberi tahu bahwa uang muka motor yang sudah beberapa bulan dikendarainya itu cuma Rp 2,5 juta. Rob tersentak sesaat setelah mendengar penjelasan tersebut. Dengan membawa secarik kuitansi bukti pembayaran, Rob lantas melaporkan apes yang dialaminya ke Polres Ngawi.

Pada hari yang sama, datang seorang pelapor lagi dengan kasus serupa. Rat, 30, asal Kecamatan Ngrambe, melapor telah dikibuli Kembang. Parahnya lagi, belum sempat merasakan naik motor baru yang diincarnya. Itu lantaran kelir dan model motor yang disukai belum ada di diler hingga harus inden lebih dulu.

Padahal, Rat kadung memberi duit uang muka Rp 10 juta pada 10 Januari. Beberapa hari kemudian, pelapor diminta mentransfer uang lagi senilai Rp 4 juta oleh Kembang. ‘’Pelapor melaporkan kejadian tersebut karena motor yang diinden tak kunjung datang sampai sekarang,’’ terang Indra.

Roda tipu-tipu yang dilakukan Kembang terus menggelinding. Hingga kemarin, total sudah ada lima laporan melayang ke Polres Ngawi terkait ulah perempuan itu. ‘’Kasus ini masih kami dalami, juga mengamankan beberapa barang bukti,’’ pungkas Indra. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here