Tinju Ngawi Jadi Barometer di Jawa Timur

93

BUMI Orek-Orek makin banyak melahirkan atlet tinju amatir potensial. Semua itu tak lepas dari konsistensi Persatuan Tinju Amatir (Pertina) setempat. ’’Olahraga tinju amatir bukan hanya jadi andalan di Ngawi sekarang, tapi juga sudah menjadi barometer di Jawa Timur,’’ kata Ketua Pertina Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto.

Predikat sebagai barometernya tinju amatir di Jatim diukur dari sejumlah prestasi yang berhasil diraih. Termasuk juara nasional yang diraih salah seorang atletnya Alexandro Tatim di Kejurnas Tinju Amatir Junior di Kupang, Nusa Tenggara Timur tahun 2017 lalu. ’’Kami selalu berharap dari tahun ke tahun prestasi dari cabang olahraga ini akan terus meningkat,’’ ungkapnya.

Jika menilik sejarah, lanjutnya, tinju memang sudah ada sejak dulu di Ngawi. Namun dalam perjalanannya perkembangan olahraga itu sempat meredup sekitar satu dekade silam. Hingga akhirnya berusaha untuk dibangkitkan lagi sekitar delapan tahun lalu. Dengan cara menjaring bibit-bibit atlet tinju amatir dari kampung-kampung dan sekolah-sekolah.  ’’Dulu kami memang sangat kesulitan mencari bibit atlet, tapi kami sudah bertekad waktu itu untuk membangkitkan lagi olahraga ini,’’ kenangnya.

Pada awal merintis lagi, Sodiq bersama pengurus lain sempat membuat turnamen-turnamen tinju antar kampung. Lalu diseleksi yang berbakat untuk dijadikan atlet Pertina. Upaya lainnya dengan cara melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Memahamkan kepada guru dan juga murid-murid bahwa olahraga tinju itu sebenarnya tidak berbahaya. ’’Semangat itu yang terus kami lakukan hingga sekarang sudah banyak atlet yang berprestasi,’’ ungkapnya bangga.

Saat ini memang Pertina Ngawi memiliki banyak bibit atlet remaja. Bahkan ada banyak atlet yang masih usia sekolah dasar. Saat ini Pertina Ngawi telah memiliki atlet lebih dari 30 orang. Tentu semuanya dibedakan berdasarkan kelompok usia maupun klasifikasinya. Bagi anak-anak, kata Sodiq, mereka diajari tentang teknik-teknik dasar dari olahraga tinju. ‘’Ini berkar kerja keras dari pelatih, ofisial dan komponan lain termasuk masyarakat yang selalu mendukung,’’ paparnya.

Meski sudah meraih banyak prestasi dan menyandang predikat barometer di Jawa Timur, namun masih ada mimpi besar yang belum bisa diwujudkan Pertina sampai saat ini. Yakni memiliki gedung atau sasana sendiri. Selama ini Pertina masih menginduk bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ngawi. Dan menempati Sasana Soerjo yang jadi satu dengan kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi. ’’Prinsipnya tidak ada kendala sampai saat ini, apalagi bupati juga berkomitmen tinggi terhadap semua cabang olahraga termasuk tinju amatir ini,’’ ungkapnya. (tif/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here