Ponorogo

Tim Pemulangan Warga Watubonang Dibubarkan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Masih ingat fenomena warga Watubonang, Badegan, ’’hijrah’’ ke Malang karena isu kiamat beberapa waktu lalu? Pemkab akhirnya membubarkan tim khusus pemulangan mereka.

Pembubaran tim khusus yang terdiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) itu dilakukan di Ruang Bantarangin. Perwakilan warga dan perangkat Watubonang ikut hadir.

Wakil Bupati Soedjarno menyatakan bahwa pemkab tak lagi cawe-cawe terhadap kegiatan keagamaan puluhan warga yang mondok di salah satu pesantren di Kasembon, Malang, itu. ‘’Dianggap sudah selesai. Kalaupun ada yang ke sana lagi, itu karena memang ingin belajar (agama),’’ ujar Soedjarno Selasa (22/10).

Ya, pada Maret lalu, sedikitnya 52 warga –terdiri 15 kepala keluarga (KK)- Watubonang boyongan mendadak ke Kasembon. Kala itu, mereka termakan isu kiamat yang akan segera tiba. April lalu, sekitar 10 KK memilih pulang. Pun, kala itu pemkab memfasilitasi pemulangan mereka.

Saat isu tersebut mencuat, Soedjarno sempat mendatangi langsung lokasi ponpes di Kasembon yang menjadi jujukan sebagian warganya itu. Dari pengamatannya, ponpes itu tak ubahnya pondok biasa. Lantaran kebanyakan sudah berkeluarga, mereka mondok tinggal di rumah-rumah bedeng (semacam rumah kos). ‘’Suasananya baik. Kami bertemu dengan kiainya. Warga Ponorogo yang di sana juga baik-baik saja,’’ bebernya.

Soedjarno menepis kabar warga yang pulang ke Watubonang kini hidupnya merana. Dia tak menampik bahwa mereka sempat menjual berbagai aset untuk modal hijrah ke Kasembon. ‘’Tapi, sekarang kondisinya baik-baik saja,’’ tuturnya sembari menyebut masih ada lima KK yang bertahan di Kasembon.

Dengan dibubarkannya tim khusus itu, pemkab tak lagi membujuk mereka untuk pulang ke Bumi Reyog. Sebaliknya, mempersilakan tetap tinggal di perantauan jika memang tujuannya mendalami ilmu agama. ‘’Tapi, kalau pindah domisili ada aturannya. Harus mengajukan surat pindah dari Ponorogo sebagai pengantar ke daerah yang dituju,’’ pungkasnya. (naz/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close