Tim Labfor Polri Selidiki Jembatan Gantung Banjarsari 2 yang Melintir

166

PACITAN – Penyelidikan melintirnya jembatan gantung Banjarsari 2 berlanjut. Tujuh personel dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri sengaja datang ke Pacitan kemarin (7/2). Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas insiden Jumat lalu (25/1). ‘’kami mencari titik awal penyebab melintirnya jembatan ini,’’ kata Kepala Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya Kombes Pol Agus Budiharta.

Polisi tengah mencari bukti-bukti untuk memperkuat sejumlah dugaan penyebab nyaris putusnya jembatan Banjarsari 2. Kegiatan tersebut dilakukan dua hari mulai Rabu sore (6/2). Seluruh bagian konstruksi jembatan dipelototi. ‘’Kira-kira yang bisa diduga jadi awal melintirnya jembatan ini akan kami dalami lagi,’’ ujarnya.

Menurut Agus, hasil penyelidikan tersebut bakal diserahkan Polres Pacitan. Untuk temuan, dia belum bisa mengungkap. Alasannya, prosesnya masih panjang. Selanjutnya masih akan melakukan pengujian di laboratorium. ‘’Kami tidak bisa menentukan waktunya. Karena kami juga kerja sama dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Red),’’ tuturnya.

Namun, Agus mengungkapkan telah memintai keterangan sejumlah pekerja proyek jembatan. Mereka didatangkan saat olah TKP. Pasalnya, mereka berada di lokasi saat insiden terjadi. Dia memastikan olah TKP sudah selesai kemarin. ‘’Kalau bahan untuk pemeriksaan di lab masih kurang, kami akan balik lagi,’’ terangnya.

Terpisah, Kapolres Pacitan AKBP Sugandi menyebut kedatangan tim labfor untuk membantu penyelidikan. Terkait progres penyelidikan dari pihak polres, pihaknya sudah memintai keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan dokumen pekerjaan jembatan. ‘’Masih dalam tahap interview dan pengambilan data dokumen sejak awal pengerjaan pembangunan jembatan,’’ bebernya.

Sugandi belum menyebut nama yang telah diperiksa. Hanya, pejabat pembuat komitmen (PPK), pelaksana, hingga pengawas proyek telah dimintai keterangan sebagai saksi. Sehingga, tidak menutup kemungkinan jumlah terperiksa bertambah. Pihaknya pun masih menunggu kemungkinan lain dari hasil olah TKP tim labfor. ‘’Kalau ada saksi-saksi atau yang lain nanti tetap akan kami mintai keterangan,’’ jelasnya.

Terkait penetapan tersangka, dia berdalih proses tersebut masih panjang. Pihaknya masih menyelidiki sebelum meningkatkan status ke penyidikan. Sugandi mengungkapkan,  saat olah TKP tim labfor juga mendatangi jembatan Kedungbendo di Arjosari yang hingga kini masih di-police line. ‘’Dua jembatan itu sepaket,’’ sebutnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here