Tim Gagal Penuhi Target Promosi, CEO Persinga Meradang

189

KEDIRI – Persinga gagal melangkah ke babak 8 besar Liga 3 putaran nasional. Laskar Ketonggo harus menyudahi perjuangannya setelah dikalahkan Persik Kediri di babak 16 besar dengan skor 2-1 di Stadion Brawijaya, Sabtu (8/12). ’’Kami akan mengevaluasi total skuad dan manajemen,’’ kata CEO Persinga Dwi Rianto Jatmiko.

Evaluasi itu untuk mencari kendala Persinga tidak memenuhi target lolos ke Liga 2 musim depan. Dipastikan evaluasi dilakukan dalam waktu dekat. Untuk sementara, dirinya belum bisa membeber nama-nama  yang ikut. ’’Formatnya masih akan kami bahas dengan pengurus Askab. Seminggu ini kami pasti akan membeberkan ke media tentang langkah Persinga ke depan,’’ ujarnya.

Manajer Persinga Didik Purwanto menyebut wajar bila owner Persinga melakukan evaluasi total. Apa pun yang menyangkut Laskar Ketonggo memang mutlak berada di tangan CEO. Pihaknya mengaku siap apa pun keputusan yang nantinya diberikan CEO terhadap manajemen. ’’Kami akan bertanggung jawab sepenuhnya dengan hasil ini,’’ katanya.

Kekalahan Persinga atas Persik Kediri hanya faktor kurang keberuntungan. Slamet ’’Larso’’ Hariyadi dkk bisa mengimbangi permainan tuan rumah. Bahkan, sebelum turun minum, Laskar Ketonggo bisa melakukan penetrasi setengah lapangan. ’’Tuan rumah (Persik, Red) yang lebih beruntung. Yang pasti, Persinga sudah bermain bagus dan disiplin,’’ ujarnya.

Sementara waktu, seluruh pemain Persinga diliburkan. Seiring belum jelasnya jadwal Piala Indonesia. Mengacu edaran yang dirilis PSSI, Laskar Ketonggo akan menjamu Persegres Gresik. ’’Fokus kami di kompetisi reguler. Untuk Piala Indonesia masih akan kami bahas persiapannya dalam minggu ini,’’ ucapnya.

Coach Persinga Fahmi Amirrudin menegaskan bahwa Persinga memang kalah saat bersua Persik. Hanya Laskar Ketonggo kalah terhormat. Anak asuhnya bermain ngotot dan kerap memberikan tekanan. ’’Ya inilah sepak bola. Bermain bagus dan disiplin tidak selalu diikuti dengan kemenangan. Yang terpenting kami bangga dengan perjuangan anak-anak,’’ katanya.

Dalam pertandingan hidup mati di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu sore lalu (8/12), anak asuh Fahmi Amiruddin memang sudah bermain baik. Buktinya, meski sempat tertinggal 1-0 setelah striker tuan rumah Septian Satria Bagaskara mencetak gol pada menit ke- 6, Persinga mampu bangkit dan menyamakan kedudukan. Muhammad Irman mampu menjebol gawang tim berjuluk Macan Putih itu pada menit 22’.

Kedudukan itu sempat bertahan hingga mendekati akhir babak kedua. Hingga akhirya gawang Junaedi kembali berhasil dibobol oleh Septian Satria Bagaskara untuk kali kedua pada menit 78’. Upaya untuk menyamakan kedudukan sudah dilakukan anak-anak Persinga di sisa waktu tersebut. Namun, Persik yang tampil di depan ribuan pendukungnya  tak ingin kecolongan lagi. Hingga peluit akhir pertandingan ditiup wasit asal Semarang Handri Kristanto, kedudukan tidak berubah. (tif/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here