Tikus Pithi Ganti Unjuk Rasa di DPRD

219

NGAWI – Puluhan massa dari Tikus Pithi Ngawi kembali turun ke jalan. Setelah beberapa hari lalu menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor KPU, kali ini mereka menyampaikan aspirasinya di kantor DPRD setempat.

Tuntutannya masih sama, yakni adanya calon presiden (capres) dari jalur independen dalam kontestasi Pilpres 2019. ‘’Setiap warga itu punya hak politik, yaitu hak untuk memilih maupun dipilih,’’ kata Supriyanto, koordinator aksi, kemarin (10/1).

Namun, kata dia, yang terjadi selama ini warga hanya memiliki kesempatan untuk memilih. Menurutnya, hal itu mencederai nilai keadilan karena rakyat yang bukan dari parpol tidak bisa menjadi pemimpin. ‘’Keadilan itu (untuk memilih dan dipilih, Red) belum ada,’’ ujarnya sembari menyebut bakal terus memperjuangkan aspirasinya sampai berhasil.

Massa Tikus Pithi menginginkan adanya perubahan aturan tentang pemilihan presiden. Mereka ingin undang-undang terkait mengakomodasi calon independen. Calon perseorangan dinilai menjadi wadah suara rakyat yang selama ini tidak memiliki pilihan atas calon yang ada. ‘’Semua kandidat yang ada sekarang kan diusung koalisi partai,’’ tuturnya.

Dia meyakini, adanya pemimpin nonparpol, kebijakan pemerintah kelak lebih mengarah pada kepentingan rakyat. Bukan hanya menguatkan kepentingan parpol atau golongan. ‘’Harapan kami, dengan pemimpin yang independen akan bisa mewadahi kepentingan-kepentingan rakyatnya,’’ ungkapnya.

Massa yang berjumlah sekitar 50 orang kemarin diterima Ketua Komisi I DPRD Ngawi Mahfudzi. ‘’Mereka menganggap capres yang ada sekarang belum mewakili semua masyarakat, ada yang masih diabaikan,’’ kata Mahfudzi kepada Radar Ngawi.

Meski begitu, dia memastikan perubahan regulasi dalam pilpres merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan daerah. Mahfudzi juga menyampaikan kalau pihaknya sekadar menerima aspirasi dari massa Tikus Pithi. ‘’Nanti kami sampaikan kepada ketua. Tindak lanjutnya bagaimana, tergantung pada ketua,’’ ujarnya.

Dalam aksi sebelumnya, massa dari Tikus Pithi melontarkan keinginannya agar Tuntas Subagyo yang berasal dari Surakarta, Jawa Tengah, bisa dicalonkan dalam pilpres tahun ini. Sebab, selain mewakili nonparpol, Tuntas diklaim telah mengantongi dukungan dari masyarakat Sabang sampai Merauke. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here