Tikus Jarah Tanaman Jagung, Para Petani Merugi

68
GAGAL PANEN: Hektarean jagung siap panen di Dusun Gandri, Pangkur, ludes diserang tikus.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Harapan Rebi, warga Dusun Gandri, Desa/Kecamatan Pangkur, mendapatkan panen jagung melimpah sirna sudah. Alih-alih meraup untung, tanaman yang disemainya 2,5 bulan silam ludes dijarah tikus.

Buah jagung yang siap petik maupun baru tumbuh rusak diserang jenis hewan pengerat itu. ‘’Ada sekitar lima hektare jagung di sekitar sini yang rusak dimakan tikus,’’ kata Rebi Selasa (17/9).

Dia menyebut, hama tikus semakin merajalela dua pekan terakhir. Pun, dari empat petak lahan miliknya nyaris tak ada tanaman jagung yang lolos dari serangan tikus. Alhasil, modal jutaan rupiah dipastikan tidak kembali. ‘’Bibit, pupuk, air, total Rp 2,5 juta lebih. Itu belum termasuk untuk membayar tenaga tanam,’’ ungkapnya.

Beberapa waktu lalu sempat dilakukan gropyokan. Namun, tingginya tanaman ditambah banyaknya retakan tanah membuat tikus sulit ditangkap. Para petani hanya bisa pasrah dan mulai membabati tanamannya. ‘’Ada juga yang membungkus jagungnya biar tidak dimakan tikus,’’ terang Rebi.

Celakanya lagi, tak banyak sisa tanaman yang dapat dimanfaatkan. Lantaran daun dan bonggol jagung yang tersisa mengandung pestisida, tak banyak petani yang memanfaatkannya untuk pakan ternak. ‘’Mau diapakan lagi, baru berbunga saja sudah dimakan tikus,’’ ucapnya sembari mencabuti batang jagung di lahannya.

Bambang, petani lainnya, berharap ada bantuan bibit serta alat pembasmi tikus dari pemerintah. Sebab, tanah di desanya hanya cocok ditanami jagung. ‘’Di sini irigasi sulit. Jadi, banyak yang menanam jagung atau kedelai,’’ katanya. (gen/c1/isd)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here