Tiga Terpidana Korupsi Dijebloskan Rutan

199

PONOROGO – Setelah delapan tahun, tiga terpidana korupsi dari dua kasus berbeda akhirnya dijebloskan ke Rutan Klas II-B Ponorogo, Rabu lalu (30/1). Kedua kasus yang sama-sama terjadi pada 2011 silam, baru bisa dieksekusi setelah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). ‘’Kami eksekusi setelah putusan kasasi turun,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Sapto Legowo.

Eksekusi dua kasus korupsi itu dilakukan bersamaan. Yakni, Suprayogi, 50, oknum guru PNS salah satu SDN di Banjar, Bungkal. Dia terlibat rasuah rekrutmen tenaga juru pungut dishub, 2011 lalu. Dia dijatuhi hukuman satu tahun tiga bulan dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara. ‘’Untuk kasus Suprayogi, masih ada empat tersangka yang belum dieksekusi,’’ ujarnya.

Sapto menyebut eksekusi Suprayogi didasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) nomor 2665K/Pidsus/2018 tertanggal 20 Desember 2018. Kasus rekrutmen juru pungut dishub itu diklaim merugikan negara senilai sekitar Rp 100 juta. Selain Suprayogi, empat tersangka lain belum dieksekusi karena menunggu proses kasasi di MA. Di antaranya mantan Kepala Dishub Widhi Wahyu Atmadja; mantan Kepala UPT Terminal Seloaji Ponorogo Muhammad Damin, Ibnu Malik, dan Agus Purwanto. ‘’Suprayogi dijemput paksa di rumahnya di Kecamatan Bungkal,’’ terang Sapto.

Korps Adhyaksa juga mengeksekusi dua penggawa Koperasi Syariah BMT ISRA Ponorogo. Yakni, ketua koperasi Sunarto dan manajer koperasi Nur Makiyah. Mereka terlibat patgulipat dana lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dinyatakan merugikan negara sebesar Rp 875 juta. Eksekusi keduanya didasarkan putusan kasasi MA nomor 1640K/Pidsus/2018 tertanggal 18 November 2018. ‘’Keduanya dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Kami jemput paksa di rumah masing-masing di Kelurahan Mlilir (Kabupaten Madiun),’’ jelas Sapto. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here