Ponorogo

Tiga Sungai Kering, 672 Hektare Sawah Puso

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pasokan air untuk lahan pertanian di Ponorogo seret. Pemicunya tiga sungai besar yang biasa dimanfaatkan petani untuk kebutuhan irigasi sawah telah mengering. ‘’Nyaris tidak ada air karena pengaruh iklim,’’ kata Kabid SDA DPUPR Ponorogo Siswanto Senin (11/11).

Ketiga sungai itu adalah Sungai Keyang, Sungai Pelem, dan Anak Bengawan Solo yang dibendung di DAM Sumorobangun. Debit air semua sungai itu sebenarnya sangat dibutuhkan untuk 440 daerah irigasi pertanian dengan cakupan luas lahan 17.950 hektare. ‘’Terutama yang alirannya dari arah selatan, itu nyaris kering semua,’’ ungkapnya.

Untuk menyiasati permasalahan kekeringan tersebut, pihaknya berharap petani beralih menanam palawija sementara. ‘’Jadi, disesuaikan dengan debit andalan. Bisa dengan pola tanam padi dan palawija. Atau jika tidak, lahannya juga bisa diistirahatkan dulu sekaligus untuk menetralkan keasaman tanah,’’ sebutnya.

Mengeringnya debit air tiga sungai itu sekaligus berdampak pada luasan lahan pertanian yang gagal panen. Disperta mencatat, total terdapat 672 hektare lahan yang puso selama musim kemarau. Terdiri 260 hektare lahan mengalami kering berat, 308 hektare kering sedang, serta 390 hektare lahan kering ringan. ‘’Memang perlu ada perubahan pola tanam,’’ imbuh Plt Kepala Disperta Ponorogo Andi Susetyo.

Kasus gagal panen paling luas terjadi di wilayah Pulung. Totalnya mencapai 346 hektare. Kemudian disusul Jenangan dengan luas 323 hektare. Andi memprediksi puso bisa makin meluas karena sampai sekarang hujan turun belum merata. (naz/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close