Tiga Siswa SMP Tak Lulus  Unas

155

MAGETAN – Tiga pelajar SMP di Magetan dipastikan tidak lulus ujian nasional (unas) tahun ini. Penyebabnya, mereka tidak menghadiri pelaksanaan unas selama empat hari yang digelar mulai 23 April. Mereka juga dipastikan tidak mengikuti ujian susulan pada 8 Mei nanti. Sebab, ujian selama dua hari itu hanya diikuti seorang siswa yang sakit akibat kecelakaan lalu lintas.

Kasi Kurikulum Disdikpora Magetan Sugeng Riyadi mengatakan, penyebab ketidakhadiran tiga pelajar itu berbeda-beda. Pelajar SMPN 1 Barat, misalnya, tidak ikut unas karena meninggal dunia. Sedangkan dua pelajar SMP PSM Taji memutuskan mengundurkan diri. Kendati kedua siswa itu sudah terdata dalam daftar nominatif sementara (DNS) peserta unas. Namun, keduanya dinyatakan sudah tidak aktif ketika menjadi daftar nominatif tetap (DNT). ‘’Keduanya tidak pernah masuk sekolah,’’ terangnya.

Pihaknya sudah melakukan home visit ke alamat rumah dua pelajar yang mundur itu. Keduanya enggan bersekolah lagi di SMP PSM Taji. Informasinya, seorang siswa memilih mengikuti orang tua pindah ke luar Jawa. Sedangkan seorang lainnya lebih memilih bekerja. Pihak sekolah tidak dapat berbuat banyak. Kendati nama keduanya sudah masuk dalam DNT. ‘’Kalau kondisi dan keinginannya sudah seperti itu, ya tidak bisa memaksa untuk ikut ujian,’’ tutur Sugeng.

Siswa yang harus mengikuti ujian susulan bernama Deshinta dari SMPN 1 Magetan. Pelajar itu mengikuti ujian susulan mata pelajaran (mapel) bahasa Inggris dan ilmu pengetahuan alam (IPA). Dua mapel itu yang ditinggalkan Deshinta saat pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) lantaran sakit akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Disdikpora belum dapat memastikan apakah kondisi siswi itu dapat mengikuti ujian susulan yang dijadwalkan pada 9 Mei. ‘’Info yang kami terima dibawa berobat ke Solo, Jawa Tengah,’’ ujarnya sambil menyebut teknis ujian susulan sama dengan ujian tahap pertama.

Menurut Sugeng, secara umum pelaksanaan UNBK dan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) tahap pertama berjalan dengan baik. Catatan hanya diberikan untuk pelaksanaan UNBK hari pertama yang terlambat karena problem nasional. Selebihnya, dia mengklaim lancar. ‘’Evaluasi memang perlu agar ke depannya bisa semakin bagus,’’ tuturnya. (cor/c1/pra)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here