Tiga Santri Tremas Diseruduk Pikap

17

KOTA – Nahas dialami tiga santri Pondok Pesantren Tremas pagi kemarin (12/4). Hendak berangkat ziarah makam, ketiganya mesti berakhir di IGD RSUD dr Darsono. Pasalnya, saat berjalan di jalan raya Pacitan-Ponorogo tepatnya di Dusun Grunggung, Desa Gunungsari, Kecamatan Arjosari, Pacitan, ketiganya diseruduk mobil pikap. ’’Kecalakaan tersebut melibatkan pengendara roda empat menabrak tiga pejalan kaki santri dari Tremas,’’ kata Kepala Unit Laka Lantas Satlantas Polres Pacitan IPTU Sugeng Rusli (12/4).

Sugeng mengungkapkan, kendaraan roda empat berjenis Daihatsu Grand Max Pick Up nopol AE 8860 YA itu melaju dari arah timur ke barat atau tepatnya dari arah Ponorogo menuju Kota Pacitan. Sesampainya di lokasi, sopir mobil Riyon Eka Zulianto warga RT 03 RW 01, Dusun Ngawen I, Desa Semanten, Kecamatan/Kabupaten Pacitan yang membawa styrofoam kotak ikan itu diduga mengantuk hingga tak menyadari adanya tiga pejalan kaki di depannya. Hingga kecelakaan sekitar pukul 06.00 itu pun tak dapat dihindarkan. ’’Jelas kelalaian karena pengendara roda empat mengemudi dengan tidak konsentrasi atau mengantuk,’’ jelas Sugeng.

Akibatnya, ketiga santri mengalami luka serius. Bahkan, dua di antaranya mesti dirujuk ke RSUP dr Sardjito Jogjakarta. Ketiga korban yakni Faizal 13, awal Banyuwangi, mengalami luka kepala sebelah kiri, robek pelipis mata kanan, robek bibir atas, hingga menurunnya kesadaran. Habibi 13, asal Pekalongan, mengalami luka Hematum kepala depan, babras lutut kaki kanan dan kiri dalam keadaan sadar. Sedangkan korban ketiga Ahmad Mahfud 13, Karanganyar, mengalami luka babras kepala atas dan kondisi keadaan sadar. ‘’Keduanya saudara Faizal dan Habib akan kami rujuk ke dr Sardjito,’’ jelasnya.

Selain itu, roda empat yang melintang di jalan dan banyaknya warga yang penasaran membuat arus kendaraan sempat macet beberapa saat. Dia mengungkapkan, kini sopir bersama kendaraannya diamankan di Polres Pacitan. Kondisi kendaraan sendiri mengalami rusak di bagian bemper dengan kerugian material ditaksir mencapai 4 juta rupiah. ‘’Sudah murni kelalaian pengemudi, dengan ancaman pasal 310 ayat 3, ancaman 5 tahun,’’ bebernya.

Sugeng menerangkan, banyaknya lakalantas di Pacitan akhir-akhir ini disebabkan tingginya faktor human error. Pun, dia menyebut kemarin juga terjadi laka tunggal di Sedeng Pringkuku Pacitan. Kendaraan saat itu melaju kencang dari arah Solo menuju Pacitan di turunan bareng tikungan. Beruntung akibat kejadian tersebut korban hanya mengalami luka-luka. ’’Itu adalah faktor kelalaian, padahal kami sudah tingkatkan sosialisasi,’’ terang IPTU Sugeng. (mg6/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here