Tiga Pesawat Tempur Lanud Iswahjudi Live Bombing Menjelang Sahur

62

MAGETAN – Langit Magetan-Madiun hitam pekat, Selasa (21/5) dini hari. Namun, gelapnya malam yang menyelimuti Lanud Iswahjudi tak menyurutkan latihan para penerbang tempur dari Skuadron Udara 3, 14, dan 15.

Para ksatria penjaga langit Indonesia itu menjaga deru mesin jet yang akan mereka tunggangi. Ada tiga jenis pesawat tempur yang mereka terbangkan malam itu. Yakni F-16 Fighting Falcon, T-50i Golden Eagle dan SU 27/30 Sukhoi.

Masing-masing enam unit untuk tiga tipe pesawat tempur yang dimiliki Lanud Iswahjudi. Mereka terbang melesat membelah langit malam dan menjelajahi wilayah udara Jawa Timur. Latihan menjelang waktu sahur itu bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai ancaman yang mengganggu kedaulatan Indonesia.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra menjelaskan, perang bisa terjadi kapan saja. Bisa siang maupun malam hari. Untuk mengantisipasi hal tersebut Lanud Iswahjudi, menggelar latihan terbang malam selama sepekan. ‘’Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta keahlian para penerbang pesawat tempur,’’ katanya kemarin.

Latihan itu dipimpin oleh Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kol Pnb M. Satriyo Utomo. Diawali dengan briefing penerbangan di ruang Teddy Kustari pada pukul 02.00. Selanjutnya, dilakukan pengarahan di tiap elemen (Skuadron) sambil para ground crew menyiapkan pesawat. Para penerbang pesawat tempur itu baru tinggal landas dari lanud sekitar pukul 02.30.

Satriyo mengatakan latihan terbang malam itu melaksanakan terbang Latihan divertion (DIV) bertujuan familiar dengan procedure approach dan kondisi aero drome setempat. Serta latihan terbang menuju aero drome lain di sekitar Solo-Jogjakarta. ‘’Kami juga melaksanakan latihan live bombing malam hari di Pandanwangi dan tactical intercept,’’ terangnya.

Dia mengungkapkan latihan terbang malam kemari itu menyelesaikan 30 sorties. Terdiri dari F 16 Fighting Falcon sebanyak 12 sorties, T 50i Golden Eagle 16 sorties, dan SU 27/30 Sukhoi dengan 2 Sorties. ‘’Pelaksanaan latihan terbang malam juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme para penerbang, baik skill (keahlian) maupun kemampuan terbang (profesiensi),’’ ujar Satriyo. (pentak/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here