Ngawi

Tiga Pedagang Pasar Reaktif, Petugas Pos Penyekatan Juga Jalani Rapid Test

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Upaya mencari klaster baru penyebaran virus korona terus dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Ngawi. Tidak tanggung-tanggung, pemkab setempat sudah menyiapkan 10 ribu lebih alat rapid test untuk mendukung upaya tersebut. Itu belum termasuk bantuan pemerintah provinsi sebelumnya.

TGTPP Selasa (2/6) kembali melakukan rapid test masal di 10 titik. Perinciannya, sembilan pasar tradisional dan satu pos penyekatan di Mantingan. Total sebanyak 2.665 pedagang dan petugas penyekatan yang menjalani tes cepat kali ini.

Dari jumlah itu, tiga pedagang di antaranya reaktif. ‘’Yang reaktif langsung kami ambil swab-nya untuk diperiksa di laboratorium,’’ kata Juru Bicara TGTPP Covid-19 Ngawi dr Yudono. ‘’Pemeriksaan ini sifatnya hanya skrining untuk mendeteksi mereka yang pernah kontak dengan orang lain,’’ imbuhnya.

Yudono menuturkan, selain 10 titik tersebut, rapid test masal juga dilakukan di 24 puskesmas se-Ngawi. Pun, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap klaster pelantikan kepala dan pengawas sekolah SMA.

Ada 12 orang yang di-rapid test dari klaster tersebut. ‘’Hasilnya nonreaktif semua, tapi tetap akan kami lakukan swab test. Kami tidak ingin kasus klaster TKHI (tenaga kesehatan haji Indonesia, Red) terjadi lagi,’’ ungkapnya.

Jika digabungkan dengan rapid test sudah lebih dari 5 ribu pedagang pasar tradisional yang menjalani tes cepat. Sesuai arahan ketua TGTPP Covid-19 Ngawi, rapid test masal akan dilanjutkan ke sejumlah pasar desa di daerah setempat. ‘’Kami sudah koordinasi dengan dinas terkait. Tapi, untuk jadwalnya masih belum ditentukan,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close