Pacitan

Tiga Keluarga Terpapar Covid, Dua di Antaranya Anak-Anak

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Penularan virus korona di dalam keluarga makin tak terkontrol. Terbaru dialami tiga keluarga di Desa Bungur, Tulakan, dan Jetak, Kamis (8/10). Sebanyak sembilan orang di dalam keluarga itu tertular Covid-19 dari pasien ke-126.

Jubir Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto menjelaskan, penularan dipicu karena kebebalan pasien 33 tahun itu. Perempuan tersebut enggan menjalani karantina mandiri kendati sudah di-swab test. Yang bersangkutan beralasan hasil tes usap belum keluar sepulang dari Jakarta dua pekan lalu. ‘’Dia malah berkunjung ke rumah saudara-saudaranya,’’ kata Rachmad.

Dampaknya, setelah hasil pemeriksaan warga Desa Bungur itu diketahui terkonfirmasi positif, terjadi ledakan kasus baru. Beberapa orang yang pernah kontak erat dengan pasien dites swab. Hingga hasilnya sembilan orang dinyatakan positif korona. Dua di antaranya merupakan anak usia 6 dan 8 tahun. ‘’Pasien ke-126 termasuk tidak patuh. Sehingga menulari keluarganya,’’ ujar kepala diskominfo tersebut.

Sembilan pasien yang termasuk dalam klaster keluarga itu kini diisolasi di wisma atlet. Empat orang berasal dari Desa Bungur, tiga dari Desa Jetak, serta dua pasien berdomisili di Dusun Gesingan, Desa Tulakan. ‘’Setelah ini penelusuran kontak erat seluruh pasien akan dilakukan secara masif. Supaya penularan (virus) tidak semakin meluas,’’ terang mantan kadinkes itu.

Klaster keluarga bukan kali pertama dihadapi TGTP. Sebelumnya ada klaster keluarga dari Desa Kembang; Dusun Barang, Desa Arjowinangun; Dusun Bengkal, Desa Tanjungsari; serta Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan. ‘’Budaya masyarakat senang bersilaturahmi atau berkunjung sesama rumah antarwarga. Kebiasaan ini mempercepat penularan klaster antarrumah,’’ ungkap Rachmad.

Selain klaster keluarga dari pasien ke-126, ada dua kasus baru terkonfirmasi yang dilaporkan TGTP Covid-19 kemarin. Yakni, warga asal Desa Penggung, Kecamatan Nawangan. Perempuan 27 tahun itu mempunyai riwayat perjalanan dari ibu kota. Sedangkan, satu kasus lainnya dialami warga Desa Wonodadi Kulon, Kecamatan Ngadirojo.

Laki-laki 77 tahun itu diduga terpapar korona sepulang dari luar daerah. ‘’Keduanya didapati berdasarkan laporan yang disampaikan oleh ketua RT setempat setibanya di kampung halaman,’’ kata Rachmad. (gen/c1/her)

Setengah Miliar Dicaplok Korona

PENANGANAN Covid-19 menguras anggaran. Bahkan, dana pemasangan baru lampu penerangan jalan umum (PJU) sekitar Rp 500 juta yang sudah teralokasi dalam APBD 2020 ikut terkena refocusing. ‘’Tahun ini sebatas perawatan,’’ kata Kabid Sarana Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Pacitan Wuriyanto Kamis (8/10).

Namun demikian, dia menyebut anggaran perawatan yang tersedia terbatas. Hanya Rp 450 juta. Jumlah itu belum termasuk tambahan dari perubahan anggaran keuangan (PAK). Seluruh alokasi tersebut digunakan untuk pemeliharaan hampir 2 ribu unit lampu PJU (selengkapnya lihat grafis). ‘’Kerusakan PJU tidak dapat diprediksi,’’ ujarnya.

Karena itu, pihaknya hampir setiap malam melakukan patroli. Memastikan lampu penerangan jalan menyala. ‘’Biasanya kalau ada keluhan langsung kami perbaiki. Tentunya dengan melihat kondisi wilayah,’’ tuturnya.

Selama kerusakan dapat dijangkau, lanjut Wuriyanto, perbaikan akan dilakukan malam itu juga. Namun, apabila kerusakan lampu PJU berada di Sudimoro, Bandar, Nawangan, atau Tulakan, maka akan diperbaiki esok hari. ‘’Kalau PJU di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) mati, pemeliharaan dan pengelolaannya masih menjadi kewenangan pusat. Bukan tanggung jawab kami,’’ ucap mantan kabid olahraga tersebut.

Wuriyanto mengaku telah mengusulkan anggaran Rp 1,2 miliar tahun depan. Alokasi itu diperuntukkan membeli crane baru. Sebab, armada yang dimiliki saat ini masih dalam proses perbaikan. ‘’Secara keseluruhan wilayah Pacitan sudah terang. Tapi, untuk menjadikannya lebih terang butuh penambahan (PJU) lagi,’’ ungkapnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close