Tiga Jam Material Longsor Menutup Total Badan Jalan

96

PACITAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegalombo, Pacitan, Selasa malam (19/3) mengakibatkan tebing tepi jalan setinggi 20 meter di Dusun Krajan, Gedangan, longsor. Itu terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin (20/3). Imbasnya, jalur Pacitan-Ponorogo sempat tertutup total lebih dari tiga jam. ‘’Dalam semalam itu, ada tiga kali longsor dan terparah jam tiga itu,’’ kata Heru Wisnu, salah seorang warga setempat.

Wisnu mengungkapkan, longsor pertama terjadi pukul 21.00, Selasa (19/3). Saat itu material longsoran menutup separo badan jalan. Warga setempat langsung gotong royong membersihkan material batu bercampur lumpur tersebut. Tiga jam berselang longsor kembali terjadi. Warga pun harus kerja bakti lagi. ‘’Terakhir jam tiga itu, jalan tertutup total. Sampai pagi batu kecil masih jatuh,’’ ujarnya.

Dampaknya, antrean kendaraan dari Pacitan maupun Ponorgo mengular. Satu unit alat berat yang datang tiga jam berselang berhasil membuka separo badan jalan. Longsoran kecil yang terus terjadi membuat petugas berpikir ulang untuk membersihkan seluruh material. Sementara petugas memberlakukan sistem buka tutup di Kilometer 24 tersebut. ‘’Masih berbahaya jika dibersihkan semua, karena longsornya lebar dan tanahnya gembur jadi mudah guntur,’’ terangnya.

Tak hanya menutup badan jalan, longsor juga merusak toko kelontong Suparmi. Dinding depan kios di seberang tebing tersebut jebol diterjang batu bergaris tengah lebih dari satu meter. Barang dagangan dan perabotan rusak. Diperkirakan kerugian mencapai jutaan rupiah. ‘’Rencananya mau pindah. Warungnya saya bongkar,’’ kata Suparmi.

Dia menambahkan, longsor sejatinya berulang kali terjadi di lokasi tersebut. Namun, intensitasnya tak separah kemarin. Biasanya material hanya menutup seperempat atau separo badan jalan. Namun, kali ini seluruh badan jalan tak bisa dilewati. Tanah di atas bukit gembur dan kering hingga longsor rawan terulang. ‘’Takut, karena lumayan lebar, mungkin lebih dari 10 meter,’’ sebutnya.

Dia berharap, pengelola jalan segera membenahi area tersebut. Pasalnya, jika hanya dibersihkan, dikhawatirkan longsor kembali terjadi. Meski berjarak 100 meter dari bibir jalan, namun terdapat puluhan rumah tak jauh dari tebing longsor itu. Pun lokasi permukiman berada di bawah tinggi jalan. ‘’Masih jauh, tapi takut juga kalau sampai rumah,’’ terang Suparmi.

Hingga berita ini ditulis kemarin sore, sistem buka tutup jalan masih diberlakukan. Pun material belum sepenuhnya dibersihkan. Mengingat longsor susulan masih rawan terjadi bila pengerukan dilakukan. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here