MagetanPeristiwa

Tiga Hari Tak Pulang, Dikhawatirkan Tenggelam

MAGETAN – Tiga hari Ariatin tidak pulang. Janda 53 tahun warga Desa Tunggur, Kecamatan Lembeyan, itu diketahui sempat menghadiri kondangan di rumah saudara. Namun, setelah itu sampai sekarang tak diketahui lagi ke mana rimbanya.

Ingin lekas mendapat kepastian, pihak keluarga akhirnya lapor polisi kemarin (27/12). Setelah hilangnya korban dinyatakan 1×24 jam terhitung sejak Rabu (26/12). Namun, sampai kini kepergiannya tetap menjadi teka-teki. Pihak keluarga pun merasakan adanya kejanggalan dari hilangnya Ariatin. Sebab, selama ini tidak sakit dan tidak ada hal-hal mencurigakan dari perilaku korban. ‘’Sampai sekarang kami masih minim informasi,’’ kata Kapolsek Lembeyan AKP Suyatni.

Seorang tetangga sempat menduga Ariatin hilang terseret aliran Kali Tunggur. Lokasi rumahnya memang dekat dengan anak sungai Bengawan Solo tersebut. Tetapi, polisi tak bisa menelan mentah keterangan itu. ‘’Itu (terseret aliran sungai, Red) minim saksi dan alat bukti,’’ ujarnya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Ari Budi Santoso menyatakan baru melakukan penyisiran Kali Tunggur kemarin. Apabila upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil, pihaknya bakal menghentikan pencarian selepas tiga hari ke depan. ‘’Karena korban belum pasti tenggelam,’’ sebutnya.

Ari pun mengimbau semua masyarakat yang melihat tanda-tanda yang menguatkan agar lekas melapor. Masyarakat yang tinggal di sekitaran aliran sungai Bengawan Solo juga diminta meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih di musim penghujan yang rentan banjir ini. (mgc/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close