Magetan

Tiga Dekade Budianto Geluti Usaha Perbengkelan Mobil

Usia yang makin menua tidak menyurutkan semangat Budianto untuk berhenti mengutak-atik mobil. Terhitung sudah hampir tiga dekade warga Desa/Kecamatan Sidorejo itu menjalankan usaha bengkel miliknya. Segala jenis mesin mobil nyaris dikuasainya.

===============================

FATIHAH IBNU FIQRI, Magetan, Jawa Pos Radar Magetan

BAU oli langsung menusuk hidung begitu menjejakkan kaki di sebuah gubuk berdinding bambu di Desa/Kecamatan Sukorejo kemarin (17/11). Di tanah petak sebelah gubuk tersebut terdapat berbagai jenis mobil yang terparkir.

Mayoritas mobil-mobil itu dalam kondisi rusak. Sehingga, butuh perbaikan. Proses tersebut dilakukan oleh sejumlah orang. Salah satunya adalah Budianto. Pria 71 tahun itu mengaku mempunyai banyak pengalaman dengan mesin mobil.

Bahkan, Budianto menyebut beberapa mobil pabrikan Jepang dan Eropa pernah ditanganinya. ‘’Sebelum seperti sekarang, saya dulu pernah bekerja di bengkel juga di Jakarta. Tapi, tidak dibayar,’’ katanya.

Bagi pria yang hanya tamatan SMP itu merupakan pengalaman pahitnya ketika beradu nasib di ibu kota. Kendati demikian, dia mengaku tetap legawa. ‘’Jadi, saya ambil hikmahnya. Yaitu, keterampilan dan kemampuan membongkar sekaligus memperbaiki mesin mobil,’’ terangnya.

Hasilnya, ternyata tidak sia-sia. Setelah hampir enam tahun berada di Jakarta, pria yang kerap disapa Mbah Mun itu kemudian memutuskan kembali ke kampung halaman. Tepatnya pada 1997, dia memilih untuk membuka bengkel sendiri di rumahnya.

Selama itu pulalah kemampuanya dalam mengutak-atik mesin mobil menular kepada anak-anaknya. Bahkan, empat anaknya sekarang sudah mampu membuka usaha bengkel sendiri. Masing-masing di daerah Ndoyo, Keluarahan Tawanganom; Desa Milangasri, Panekan; dan di Wungu, Kabupaten Madiun. Serta di pinggir Jalan Raya Magetan-Plaosan.

Biasanya, kata dia, satu mobil dapat selesai dikerjakan 2–3 hari. Itu pun tergantung kerusakannya. Sedangkan, biaya tarifnya antara Rp 2,5–5 juta. Budianto mengungkapkan, semua mobil memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Sehingga, ongkos perbaikannya bervariasi. ‘’Bengkel di rumah sudah saya tutup, semua pekerjaan saya alihkan ke sini,’’ terangnya. ****(her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close