Tiga Bumil Terdeteksi Digerogoti HIV/AIDS

198

KOTA – Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Pacitan terus bertambah. Parahnya, penderita baru sering tidak sadar jika telah terjangkit virus mematikan itu. Tak jarang, mereka baru tahu  setelah memeriksakan diri ke dokter. ‘’Awal tahun ini penderita HIV/AIDS baru terdeteksi saat memeriksakan kesehatannya ke dokter,’’ kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Kabid P3 Dinkes) Pacitan Wawan Kasiyanto kemarin (20/4).

Menurut Wawan, hingga pertengahan April ini, ada sedikitnya lima ODHA baru. Bahkan, tiga di antaranya merupakan ibu hamil (bumil) yang rentan menularkan virus pada bayinya. ‘’Itu diketahui saat datang ke rumah sakit. Bisa saja di luar sana ada dua puluh atau seratus penderita,’’ jelasnya.

Wawan tak menampik dalam setiap bulan ditemukan  penderita baru. Penyakit yang muncul beberapa tahun setelah terinfeksi itu membuat para penderitanya tak menyadari jika telah terpapar. Sayangnya, kesadaran warga yang berpotensi terkena penyakit ini untuk secara sukarela memeriksakan dirinya rendah.

Mereka yang rentan ada yakni kelompok penyuka sesama jenis, bukan pasangan suami istri resmi, serta para pengguna narkoba suntik secara bergantian. Wawan menyebut salah satu dari ketiga bumil baru diketahui terjangkit setelah persalinan di rumah sakit. Dia khawatir bayinya tertular virus yang belum ada obatnya itu. ‘’Kami masih memantau kondisi sang anak apakah terjangkit atau tidak,’’ terangnya.

Seorang bumil lainnya baru diketahui setelah usia kandungannya 27 minggu atau berkisar tujuh bulan. Hingga proses pemutusan penularan penyakit dari ibu ke anak melalui Antiretroviral (ARV) tak akan manjur. Itu menjadi persoalan utamanya dalam menangani penyebaran virus HIV. ‘’Ini bisa saja dari ibunya yang memang tertular atau ibunya dulu berperilaku kurang sehat,’’ terangnya.

Wawan turut mengapresiasi para perempuan pemandu lagu (PL) salah satu tempat karaoke yang dengan sukarela memeriksakan diri ke puskemas. Menurut Wawan, itu bisa menjadi pionir para pekerja sejenis untuk melakukan hal serupa. ‘’Sehingga kalau semua bisa begitu, selain memberikan keamanan, juga bisa kita bantu pengobatan agar tak menularkan penyakitnya,’’ ujarnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here