Tiga Bulan, Lima Kasus Kematian Ibu Melahirkan

99

MAGETAN – Berdasar data yang dihimpun Radar Magetan, tercatat angka kematian ibu saat melahirkan tahun 2018 sebanyak 13 orang. Dibandingkan tahun 2017 justru naik. Sebab, saat itu kasus kematiannya sebanyak 8 orang. ’’Sampai Maret ini ada 5 kasus kematian ibu melahirkan,’’ kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Magetan Imam Suwarso.

Peningkatan itu, kata dia, belum bisa dipastikan mengenai faktor penyebabnya. Namun, dengan angka tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan dan evaluasi sedini mungkin. Menurutnya, persiapan kelahiran mesti disiapkan sebelum ibu tersebut hamil. Baik itu kandungan gizi yang diterima maupun secara psikologis ibu yang mengandung. Agar pada saat hamil tidak memiliki risiko yang sangat tinggi pada bayi. ’’Angka anemia pada ibu hamil pada usia dini bisa berisiko terhadap bayi. Untuk itu arus dipersiapkan dengan baik sebelum kehamilan. Dengan melakukan pemeriksaan ke dokter,’’ ujarnya.

Menurutnya, faktor yang menyebabkan peningkatan kematian ibu melahirkan di Magetan karena tingginya pre-eklampsia.  Sindrom ini ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein di dalam urine (proteinuria). Termasuk, pembengkakan pada tungkai (edema). ‘’Dari tahun 2017 dan 2018 faktor kematian diakibatkan pendarahan, infeksi, pre-eklampsia,’’ sebutnya.

Masih kata Imam, pre-eklampsia biasanya  dialami oleh ibu yang sedang hamil. Terutama para ibu muda yang baru pertama kali hamil. ‘’Di Magetan tingkat kematian terbanyak di Kecamatan Kartoharjo dan tahun 2018 di Kecamatan Gorang Gareng dan Bendo,’’ pungkasnya. (mgd/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here