Tidur Sekamar, Dua Pasang ABG Digerebek

107

PONOROGO – Puluhan warga Kelurahan Kertosari, Babadan, Ponorogo ramai-ramai mendatangi salah satu rumah warganya. Pemicunya dirumah tersebut terdapat dua pasang anak baru gede (ABG) yang diduga berbuat mesum. Sebab seorang diantara tiga pelajar itu merupakan anak punk. Tak ingin terjadi hal-hal tak diinginkan warga lantas mengerebek rumah itu kemarin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ponorogo, kejadian itu bermula saat  Bunga (bukan nama sebenarnya) bertempat tinggal di Kelurahan Kertosari, Babadan, Ponorogo ditinggal orang tuanya ke Bali sejak Jumat lalu (29/3). Bunga merupakan pelajar kelas VIII salah satu SMPN di Ponorogo. Teman sekolahnya, sebut saja Bulan pamit ke orang tuanya menemani Bunga karena sendirian. ‘’Pamit ke orang tua nemani temannya. Tidur di rumah situ juga,’’ kata Bhabinkamtibmas Kertosari Polsek Babadan Aipda Dyah Nima Setyani.

Malam harinya warga setempat melihat Gareng dan Petruk dua ABG pria sebayanya mendatangi rumah Bunga. Kedunya rupanya menginap di rumah tersebut. Keesokan harinya barulah keduanya keluar dari rumah tersebut. ‘’Sebenarnya warga sudah resah. Warga juga sudah memperingatkan,’’ lanjutnya.

Rupanya peringatan warga tidak digubris. Hari selanjutnya, Gareng dan Petruk kembali datang saat malam hari. Petruk merupakan pelajar seumuran dari sekolah berbeda. Kedatangan keduanya dipantau warga setempat. Mengetahui keduanya kembali menginap serumah dengan Bulan dan Bunga. ‘’Keesokan harinya warga tidak tahan,’’ ungkapnya.

Kondisi itu ditambah, keluhan nenek Bulan yang mencarinya di rumah Bunga. Usai mengetuk pintu rumah, namun tidak mendapat respon dari dalam. Bahkan nenek Bulan sempat teriak dan menangis di depan rumah Bunga. Khawatir cucunya mengalami hal-hal yang tidak dinginkan. Dari situlah emosi warga semakin memuncak, hingga beramai-ramai menggerebek rumah Bunga. ‘’Saya dapat laporan langsung meluncur ke lokasi,’’ sambungnya.

Warga mendobrak pintu rumah setelah diketuk tidak menadapat tanggapan. Petugas yang datang langsung mengamankan keempatnya. Untuk menghindari amuk masa. Saat ditemukan, keempatnya sedang tidur-tiduran di satu kamar. ‘’Kami amankan dan tentunya diberikan pembinaan,’’ tuturnya.

Dyah menjelaskan tidak ada bukti yang mengarah keempatnya herhubungan  layaknya suami istri. Petugas hanya menemukan putung rokok di kamar. Diduga putung rokok tersebut sisa rokok Gareng. Diketahui Gareng merupakan anak punk yang drop out dari sekolah. ‘’Kami kumpulkan orang tua mereka,’’ imbuhnya.

Dia menambahkan ketiga pelajar tersebut terpengaruh dengan pergaulan bebas Gareng. Setelah dilakukan pembinaan, keempatnya dikembalikan ke orang tuanya masing-masing. ‘’Kami peringatkan kalau melakukan hal itu kembali terulang bakal berurusan dengan hukum. Ini penting kami sampaikan untuk peringatan kepada seluruh orang tua yang anaknya masih pelajar. Harus ekstra waspada,’’ ucapnya. (mg7/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here