Tidak Terima Dituding Tak Peduli DBD, Sekcam Ngamuk di Puskesmas

305

PACITAN  – Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pacitan Bagus Nurcahyadi Saputro  mengamuk di Puskesmas Tanjungsari. Dia tidak terima tudingan dinas kesehatan (dinkes) setempat bahwa pihak kecamatan kurang peduli terhadap maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD). ‘’Kami jalankan fungsi sesuai wilayah kerja kami. Kalau dinkes anggap kurang, dasarnya kami tidak tahu teknis penanganan DBD,’’ katanya kemarin (4/2).

Secara prinsip, pihaknya telah menindaklanjuti dengan menggerakkan dan mengupayakan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Salah satunya kegiatan Jumat bersih. ‘’Kami sayangkan Kecamatan Pacitan dianggap kurang perhatian dan kurang peduli. Kami jalankan sesuai fungsi kami,’’ sergahnya.

Pihaknya tidak mungkin melakukan fogging atau kegiatan teknis penanganan DBD. Terkait pemberantasan tersebut diserahkan ke kepala atau bidan kelurahan dan desa. Bagus pun mengungkapkan Pacitan menjadi kacamatan endemis DBD. Paling banyak desa atau kelurahan di bawah cakupan Puskesmas Tanjungsari. Terhitung 15 desa atau kelurahan. ‘’Ploso kasusnya paling banyak,’’ ungkapnya.

Kemarahan tersebut diduga dicurahkan ke Puskesmas Tanjungsari lantaran miskoordinasi antara keduanya. Kepala UPT Puskesmas Tanjungsari drg Suprapti mengungkapkan, setiap rencana penanganan DBD selalu disampaikan melalui WhatsApp Group (WAG) yang juga diikuti pihak Kecamatan Pacitan. Hanya, pihaknya tidak mendapat respons sama sekali. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak. Suprapti kaget dengan aksi Bagus. ‘’Tidak patut rame di sini, banyak pasien. Ini hanya konsolidasi,’’ katanya.

Sebelum ngamuk, sekcam memerintahkan semua karyawan puskesmas apel. Selanjutnya Bagus menumpahkan amarahnya di hadapan belasan pegawai termasuk kepala UPT. Meski begitu, kemarahan tersebut direspons negatif karyawan puskesmas. Terlebih Bagus datang bersama sejumlah awak media.

Diberitakan sebelumnya, Dinkes Pacitan menyayangkan beberapa pimpinan kecamatan yang kurang peduli dengan masalah DBD. Itu dibuktikan dengan tidak hadirnya beberapa camat saat rapat koordinasi dengan dinkes. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here