Tidak Semua Ter-cover APBD, Dana Rehabilitasi Dampak Banjir

35

NGAWI – Dana untuk rehabilitasi sektor terdampak bencana banjir Maret lalu dipastikan tidak semuanya ter-cover APBD. Itu mengingat nilai kerugian materi yang jumlahnya fantastis. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat menaksir angkanya mencapai Rp 41 miliar.

Angka puluhan miliar itu belum termasuk kerugian sektor yang dialami sektor usaha. ‘’Kalau dibebankan ke APBD jelas tidak mampu,’’ kata Sekretaris Daerah (sekda) Mokh. Sodiq Triwidiyanto kepada Radar Ngawi kemarin (2/4).

Kendati begitu, Sodiq memastikan upaya rehabilitasi tetap menjadi prioritas pemkab. Setelah data kerugian dinyatakan valid dan dokumen rencana aksi dibuat, kelak dibagi ke setiap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sektor pendidikan, misalnya, penanganannya diserahkan ke dinas pendidikan. ‘’Dana rehabilitasi dimasukkan ke anggaran OPD dalam bentuk program kegiatan,’’ jelasnya.

Sodiq mengatakan, proses pemulihan pasca banjir dilakukan secara bertahap hingga semua sektor terdampak tertangani. Di sisi lain, pemkab juga akan mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat, pemprov, maupun dari dana coorporate social responsibility (CSR). ‘’Kami akan terus gali, mana yang memungkinkan (untuk membantu rehabilitasi),’’ terangnya.

Dia menyebut, tahun ini pemkab sejatinya telah menganggarkan dana bantuan tidak terduga (BTT) dalam APBD sebesar Rp 1 miliar. Namun, dana itu tak dapat digunakan untuk proses rehabilitasi dampak bencana. Sebab, peruntukannya hanya saat darurat. ‘’Artinya, hanya dapat dicairkan ketika terjadi bencana dan ditetapkan sebagai masa tanggap darurat,’’ ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, meski sudah hampir sebulan berlalu, sampai saat ini BPBD belum menetapkan nilai kerugian materiil akibat banjir Maret lalu. Alasannya, ada sebagian data yang belum masuk dalam rekapan.

Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono mengungkapkan, kerugian akibat bencana kali ini tidak jauh beda dengan taksiran awal Rp 41 miliar. Namun, jumlah persisnya perlu memasukkan data kerugian yang masih kancrit. Yakni, usaha warga yang terpaksa tutup akibat terdampak bencana. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here