Pacitan

Tidak Puas, Cakades Kasihan Tuntut Coblosan Ulang

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 di Kabupaten Pacitan bukan tanpa noda. Senin (21/10) calon kepala desa (cakades) Kasihan, Tegalombo, dan puluhan pendukungnya berunjuk rasa di kantor kecamatan setempat. Mereka membentang poster berisi ketidakpuasan gelaran Pilkades Kasihan.

Sudirno, cakades Kasihan yang juga koordinator aksi, menuntut keterbukaan pelaksanaan pilkades di desanya. Itu setelah permintaan berita acara tentang data partisipasi pemilih kepada panitia pilkades, badan permusyawaratan desa (BPD), dan pengawas tidak direspons. Sudirno menuding pilkades tidak sesuai aturan. ‘’Pengumuman panitia pukul 12.00 kurang 11 menit. Pemilih sekitar 3.661. Tapi, perolehan suara semua calon dan surat suara rusak 3.909,’’ sebutnya.

Sudirno juga menuding pemilih di Pilkades Kasihan diperlakukan tidak sama. Biasanya, setelah undangan diserahkan panitia, pemilih tidak langsung diizinkan mencoblos. Panitia masih melihat daftar pemilih tetap (DPT), melakukan absen, dan menstempel surat suara. ‘’Setelah menerima, distempel, langsung coblos,’’ ungkapnya.

Karena itu, dia dan pendukungnya menuntut pemungutan suara ulang. Sebab, dianggap menyalahi prosedur. Hanya, cakades yang memperoleh 1.199 suara itu akan menunggu hasil mediasi dengan pendamping pelaksanaan pilkades. Baik camat Tegalombo maupun panitia pilkades kabupaten. Dia berharap masalah tersebut ditangani sebaik-baiknya. ‘’Masalah ini muncul dari dalam hati masyarakat Desa Kasihan. Inilah suara rakyat yang harus ditanggapi pemerintah daerah,’’ tegas cakades nomor urut 5 itu.

Camat Tegalombo Erwin Andriatmoko menyambut baik kedatangan massa aksi di kantornya. Mereka dianggap tamu yang ingin menyampaikan keberatan terkait pelaksanaan pilkades. Namun, sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67/2018, itu bukan kewenangannya. Sehingga, pihaknya sekadar menerima aspirasi. Masalah tersebut akan ditangani panitia pilkades kabupaten sesuai kesepakatan bersama. ‘’Semoga segera selesai setelah ditangani,’’ harapnya.

Erwin pun meminta warga yang tidak puas dengan pelaksanaan pilkades bersabar hingga masalah tersebut terselesaikan. Mereka diminta menjaga lingkungan Desa Kasihan tetap terjaga dan kondusif. Menurut dia, sejak pelaksanaan pilkades pekan lalu, tidak ada gejolak berarti. Hingga aksi massa kemarin terjadi. ‘’Semua masih sesuai koridor, tidak ada gangguan berarti. Juga berlangsung sopan,’’ ujarnya sembari berjanji bakal memfasilitasi kepentingan masyarakat. (odi/c1/sat)

Pilkades Arjosari Juga Bermasalah

TIDAK hanya di Desa Kasihan, Tegalombo. Ternyata, kisruh pelaksanaan pilkades serentak tahun ini juga terjadi di Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari. ‘’Gugatan dari dua desa itu sudah masuk ke meja panitia pilkades kabupaten,’’ kata Kabag Hukum Setkab Pacitan Deny Cahyantoro Senin (21/10).

Menurut dia, gugatan tersebut bakal ditindaklanjuti dalam pekan ini. Rencananya, Rabu besok (23/10). Seluruh panitia pilkades kabupaten akan bertemu. Membahas langkah, berkas, hingga tindak lanjutnya. ‘’Apakah diterima atau tidak gugatan itu, akan ada pertimbangan,’’ ujarnya tanpa membeber materi gugatan dari Desa Arjosari.

Dia mengklaim secara umum pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Pacitan berjalan lancar. Meskipun ada sejumlah desa yang perolehan suara cakadesnya selisih tipis. Masalah hanya muncul di dua desa. Sedangkan pilkades serentak digelar di 113 desa. ‘’Terlebih permasalahan masih dalam tataran normal,’’ imbuhnya.

Deny menyebut, aksi massa pendukung cakades nomor urut 5 Desa Kasihan salah sasaran. Pasalnya, camat tidak memiliki kewenangan terkait pelaksanaan pilkades. Meski begitu, dia mafhum lantaran masih sesuai koridor pelaporan. ‘’Insya Allah, Rabu (besok) dibahas dengan tim kabupaten,’’ ucapnya.

Kasubag Pembinaan Wilayah Bagian Pemerintahan Setkab Pacitan Mochamad Chusnul Faozi tak membantah kabar gugatan dari dua desa tersebut. Menurut dia, gugatan cakades Arjosari menyoal syarat calon mantan narapidana. Menurut dia, semua aduan, baik dari Desa Kasihan maupun Arjosari, bakal dikaji panitia pilkades kabupaten.

Pihaknya tidak ingin grusa-grusu. Surat aduan kepada bupati Pacitan itu bakal ditindaklanjuti dengan berbagai pertimbangan. Termasuk aturan pilkades. ‘’Tetap kami terima dan kami kaji dengan baik. Masih ada waktu 30 hari kerja seandainya memang harus kami putuskan,’’ katanya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close