Mejayan

Tidak Layak untuk Sekelas Jalan Nasional

MADIUN – Problem klasik jalur macet imbas adanya perlintasan kereta api (KA) di Jalan Raya Madiun–Nganjuk merisaukan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur. Institusi itu bersama tim gabungan kemarin (28/8) sengaja turun gunung memantau kondisi terkini perlintasan Desa Kaligunting, Mejayan.

Hasil identifikasi, ruas yang kini telah tersambung jalur double track tersebut dinyatakan tidak layak. ‘’Ketidaklayakan ini yang menjadi masalah,’’ kata Analis Kebijakan Bidang Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Jawa Timur AKBP Titik Suwarni.

Ditlantas meninjau lokasi bersama tim dari Dishub Jatim, pejabat pembuat komitmen (PPK) 32 Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jatim, Satlantas Polres Madiun, serta Dishub Kabupaten Madiun sekitar pukul 14.00. Setelah melakukan pengamatan sejenak, tim kemudian berdiskusi.

Mereka menyimpulkan ruas Kaligunting tidak layak untuk taraf sekelas jalan nasional. Klaim itu menambah total jalan yang perlu perbaikan menjadi tiga. Sebelumnya, tim telah mengidentifikasi kondisi lalu lintas di jalur ”tengah” mulai Surabaya hingga Ngawi. ‘’Dari enam wilayah, ruas di Mojokerto, Kota Madiun, dan Kaligunting ini yang ada trouble,’’ ungkapnya.

Bukan tanpa sebab bila tim dengan cepat menyimpulkan ruas perlintasan Kaligunting tidak layak. Sebab, lokasi jalur arteri itu berada di pertigaan dengan lebar jalan sekitar tujuh meter. Baik yang mengarah barat menuju Kota Madiun maupun timur ke Surabaya.

Juga arah utara yang merupakan jalur khusus truk menuju Mejayan. Kendaraan besar dari tiga arah tersebut saling bertemu pada satu titik yang diperparah dengan keberadaan perlintasan kereta api.

Nah, dalam peninjauan kemarin, tim melihat langsung betapa crowded-nya kondisi lalu lintas kala kereta melintas. Antrean panjang kendaraan terjadi dari masing-masing arah. Polisi harus mengatur lalin kala palang pintu KA terbuka. ‘’Perlu dicari solusinya. Karena intensitas buka tutup semakin tinggi karena ada double track,’’ papar Titik sembari menyebut potensi crowded bisa meningkat dua kali lipat imbas adanya rel ganda.

Titik mengatakan, pihaknya bakal membawa persoalan kemacetan di Kaligunting dalam rapat bersama forum lalu lintas pada 4 September mendatang. Instansi yang terlibat mengkaji untuk mencari solusi. Selain instansi yang kemarin ikut memantau, rapat juga mengundang PT KAI selaku leading sector perlintasan kereta api.

Pihaknya berharap jalan bisa diperlebar. Persoalannya, belum ada kejelasan institusi yang berwenang melakukan peningkatan jalan. ‘’Semoga bisa ditemukan solusi yang tepat dalam rapat nanti,’’ tuturnya kepada Radar Mejayan.

Kasatlantas Polres Madiun AKP Imam Mustolih menyebut, persoalan crowded di Kaligunting sejatinya bisa terurai. Pihaknya menempatkan sejumlah personel untuk mengatur lalu lintas di titik tersebut. Juga berkaca hasil analisis dan evaluasi (anev) Operasi Ketupat Lebaran tahun ini. Tingkat kemacetan di jalur arteri berkurang signifikan karena adanya tol Wilangan-Madiun. ‘’Kendaraan sudah mulai beralih memfungsikan tol,’’ ujarnya.

Meski begitu, Imam sependapat dengan Titik. Intensitas buka tutup perlintasan berpotensi meningkat seiring diberlakukannya double track kelak. Bila tidak ada peningkatan jalan, arus ratusan kendaraan roda empat atau dua yang melintas tiap menitnya itu bisa melambat. ‘’Pelebaran adalah salah satu antisipasi,’’ usulnya.

Sementara itu, PPK 32 BBPJN VIII Jatim Sony Wicaksono menyatakan, sejatinya pihaknya berencana melebarkan jalan dari tujuh meter menjadi 11 meter. Namun, wacana itu tak kunjung terealisasi karena terbentur biaya yang besar.

Karena itu, langkah yang dilakukan lembaganya sebatas melakukan preservasi. Yakni, merehabilitasi dan menstandardisasikan jalan disesuaikan dengan kondisi jalan. Kebijakan tersebut dilakukan sepanjang 99 kilometer mulai Nganjuk sampai Ngawi. Meski dananya besar, pelaksanaannya bertahap. ‘’Tujuannya memberi kenyamanan pengguna jalan secara berkala,’’ tuturnya.

Menurut Sony, ruas jalan di perlintasan Kaligunting termasuk titik yang sering rusak. Penyebabnya, selain dilewati kendaraan besar intensitas tinggi, juga dilintasi kereta api. Karena itu, bila lembaganya merehabilitasi tambal sulam, hasilnya tidak akan pernah bisa maksimal. Kondisinya pun bisa semakin parah bila jalur rel ganda itu sudah beroperasi.

BBPJN VIII, kata dia, bakal mengusulkan ke PT KAI untuk merigid jalan tepat di titik perlintasan kereta api. Metode perkerasan itu dirasa paling cocok untuk mencegah terjadinya kerusakan. Masing-masing sepanjang lima meter dan dibuat secara datar. ‘’Biar bertahan lama,’’ tandasnya. (cor/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close