Tidak Laik Jalan Harus Ngandang

13

PACITAN – Mendekati musim arus mudik dan balik Idul Fitri 1440 H Dinas Perhubungan (Dishub) Pacitan emoh kecolongan. Tidak ada toleransi bagi bus tak laik jalan masuk Pacitan. ‘’Jika tidak laik jalan, tidak bisa melanjutkan perjalanan. Kami keluarkan dari terminal tanpa penumpang,’’ kata Kepala Dishub Pacitan Wasi Prayitno Selasa (21/5).

Puluhan armada antar kota antar porvinsi (AKAP) kemari dijajar rapi di terminal bus tipe A Pacitan. Satu per satu dicek laik tidaknya beroprasi. Mulai emisi gas buang, surat kir, trayek hingga klakson diperiksa petugas dishub.

Wasi menyebut ada beberapa bus tak layak beroperasi. Di antaranya lantaran surat-surat tidak lengkap. Pun kondisi kendaraan tak standar. Tak ingin membahayakan para penumpang, pihaknya langsung menindak pengemudi dan memerintahkan untuk ngandang. ‘’Mereka harus mengurus suratnya atau mengganti armadanya,’’ tegasnya.

Tindakan tegas tersebut juga untuk mengurangi risiko kecelakaan di Pacitan. Terlebih yang melibatkan kendaraan umum, khususnya bus. Pasalnya, jelang akhir Ramadan dipastikan akan ada peningkatan jumlah penumpang mudik ke Pacitan. ‘’Diprediksi meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya,’’ jelasnya.

Dari 24 bus yang diuji emisi kemarin, seluruhnya memenuhi ambang batas layak beroperasi. Dari batas rata-rata 50 poin, kebanyakan berada di 0,5 hingga 2,5 poin di atas batas kelayakan. Artinya mayoritas emisi gas buang bagus. ‘’Semua masih dalam batas toleransi dan berjalan baik,’’ sebutnya.

Mengingat kondisi jalan Pacitan yang naik turun dibutuhkan uji kelayakan rem. Sayangnya, pihaknya tak memiliki alat uji portable untuk memeriksa kelayakan pengereman. Secara berkala setiap enam  bulan sekali, uji kendaraan secara menyeluruh harus dilakukan pemilik kendaraan. Termasuk uji kelayakan rem. ‘’Sudah disarankan kapolres, nanti akan kami ajukan pengadaannya,’’ tambah Wasi sembari menyebut petugas juga kerap melakukan pemeriksaan insidentil. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here