THK-2 Desa Tindak Lanjut Putusan MA

73

PACITAN – Para tenaga honorer di Pacitan bisa bernapas lega. Terutama, yang berusia lebih dari 35 tahun. Sebab, pembatasan usia maksimal sebagai syarat pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah dicabut. Sehingga, kesempatan mereka untuk jadi PNS terbuka lebar. ‘’Kami senang gugatan kami dimenangkan,’’ kata Ketua Forum Tenaga Honorer Kategori Dua (FTHK-2) PGRI Pacitan Basuki kemarin (3/2).

Sejatinya, Basuki belum benar-benar tahu kemenangan gugatan FTKH-2 tersebut. Namun, Basuki berharap pemerintah segara menindaklanjutinya. Pasalnya, saat ini sekadar turun salinan putusan Mahkamah Agung (MA). ‘’Kami menunggu tindak lanjutnya seperti apa,’’ ujarnya.

Dia pun belum tahu kebijakan pasca putusan MA tersebut. Apakah segera digelar penerimaan CPNS atau lainnya. Harapannya putusan tersebut bisa segera diakomodasi. ‘’Kami tidak ingin sekadar muncul putusan, tapi hak kami sesuai putusan tersebut tidak difasilitasi,’’ tuturnya.

Salah satunya dibuka penerimaan CPNS dalam waktu dekat. Sedangkan penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) belum membuat tenaga honorer puas. Pasalnya, tidak ada pensiun layaknya PNS. ‘’Apalagi masih belum jelas ada prioritas atau tidak untuk THK-2 seperti kami,’’ tambah Basuki.

Belum lagi kekhawatiran tenaga honorer berusia tua yang rawan tersingkir. Mengingat seleksi diperkirakan bakal berbasis komputer. Maklum, tenaga honorer usia tua kelimpungan jika mengikuti teknologi. ‘’Untuk itu kami juga berharap, selain ada kesempatan penerimaan CPNS, ada prioritas untuk tenaga honorer yang sudah lama mengabdi,’’ pintanya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here