Madiun

Tetap Aktif Menulis

MENULIS itu mengasyikkan. Kadang juga bisa menghasilkan. Pengalaman itu yang dirasakan Ipda Dian Ambarwati setelah nyemplung di dunia kepenulisan. Terutama menulis buku. ’’Mulai suka menulis sejak lama, saat masih sekolah. Tapi, mulai serius menulis sekitar lima tahun lalu,’’ kata Dian kemarin (1/2).

Sejak masih sekolah, Dian memang hobi dengan dunia tulis-menulis. Tapi, kala itu bentuk tulisannya kebanyakan masih berupa puisi, catatan dalam buku diari, atau menulis curhatan temannya. ’’Setelah masuk polwan sempat berhenti, apalagi waktu itu sedang ramainya media sosial Facebook. Tapi lama-lama main Facebook juga bosan kalau sekadar bersilaturahmi dengan teman-teman,’’ ujar perempuan yang juga anggota Binmas Polres Ngawi itu.

Sekitar 2013 lalu, juga melalui Facebook, Dian akhirnya gabung dalam grup Kelompok Bisa Menulis atau KBM. Kebetulan pengasuh dari grup itu adalah Isa Alamsyah, suami dari Asma Nadia, penulis buku Jilbab Traveller: Lova Sparks in Korea. ’’Karena saya merasa grupnya asyik, akhirnya saya nyemplung menjadi anggotanya,’’ tutur Dian.

Di grup itu Dian mulai serius mempelajari dunia tulis-menulis. Terutama cara menulis yang baik dan benar. Singkat cerita, dari grup itu Dian mulai mendulang prestasi dari beberapa karya tulis yang dilombakannya. Bahkan, dia sampai menyebut bahwa dirinya tersesat yang indah ketika masuk dalam grup KBM itu. ’’Dari pengalaman itu, kesenangan saya untuk menulis yang sempat hilang mulai tumbuh kembali,’’ ungkap warga Jalan Dungus, Karangasri, Ngawi, ini.

Selama lima tahun terakhir atau tepatnya sejak gabung di grup KBM, sudah ada kurang lebih 40 karya buku dari berbagai genre yang dihasilkan. Tapi, itu bukan karya Dian sendiri, melainkan buku-buku antologi. ’’Kalau yang murni tulisan saya baru satu, judulnya Dunia Maya Seorang Polwan yang diterbitkan 2015 lalu,’’ terang ibu dua anak ini.

Meski sekarang sibuk dengan tugasnya, namun Dian masih tetap aktif sebagai penulis. Bahkan, Dian berencana akan menerbitkan buku yang berisi tentang karya-karya cerpennya. Bagi Dian, menulis membuatnya lebih bisa menghargai kehidupan. Selain itu, Dian merasa dengan menulis dirinya bisa menjadi apa saja seperti yang diinginkan. ’’Saya juga baru tahu ternyata menulis itu mengasyikkan dan menghasilkan,’’ ucapnya. (tif/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close