Mejayan

Terusik Pembayaran Sumur Pompa Listrik

MEJAYAN – Sejumlah petani gamang dengan penggunaan sumur pompa listrik untuk mengairi persawahan. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengubah kebijakan teknis pemasangan sambungan listrik dari sistem prabayar menjadi pascabayar. Migrasi itu dirasa membebani biaya tagihan listrik setiap bulannya. ‘’Dikhawatirkan membengkak,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Y Ristu Nugroho.

Ristu menyebut, keluhan itu disampaikan sejumlah petani yang telah lama menggunakan sumur pompa secara prabayar. Perubahan cara pembayaran dari token ke meterisasi itu dianggap memberatkan. Berdasar keterangan petani, ada penambahan sekitar Rp 400 ribu per bulannya. Untuk penggunaan dengan rentang daya listrik melebihi sekitar lima ribu watt. ‘’Kalau biayanya segitu tentu memberatkan petani,’’ ujarnya.

Wakil rakyat berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PLN untuk mengklarifikasi benar tidaknya perubahan kebijakan tersebut. Termasuk memastikan ada tidaknya peningkatan tarif dasar listrik (TDL) dalam sistem pascabayar. Selama ini pun pemilik sumur pompa sudah terbiasa membeli listrik menggunakan pulsa. ‘’Agar informasinya jelas dan bisa dicarikan solusinya,’’ tuturnya.

Asisten Manajer PLN Rayon Madiun Andry Susanto membenarkan adanya perubahan pola pembayaran tersebut. Namun, dia menampik bila sampai ada peningkatan biaya listrik. Pasalnya, tagihan dan TDL tetap disesuaikan dengan daya yang dipakai pelanggan. Kalaupun ada penambahan abonemen sampai ratusan ribu itu lebih karena pengguna menggunakan daya berlebihan. ‘’Kemungkinan karena pelanggan yang sudah terbiasa menggunakan token,’’ ujarnya.

Aturan ini tidak berlaku surut. Artinya, PLN tidak mewajibkan pelanggan lama yang sudah telanjur menerapkan prabayar beralih pascabayar. Kebijakan salah satu perusahaan milik negara yang turun per bulan lalu itu hanya diberlakukan bagi pemasangan sambungan listrik baru. Artinya, warga yang ingin memasang listrik itu langsung diklasifikasikan sebagai pelanggan pascabayar. ‘’Kebijakan perubahan ini hanya sementara,’’ katanya kepada Radar Mejayan.

Andry menyatakan, PLN pusat sedang mematangkan sistem prabayar dalam dua arah. Untuk memudahkan pelanggan dalam membeli token pulsa. Langsung sekaligus pengaktifan, tampa perlu repot-repot memasukkannya sendiri. Juga, untuk proteksi keamanan. Sesuai catatan pusat, banyak ditemukan pelanggaran sekalipun sudah menerapkan sistem prabayar. Hampir di setiap wilayah ada laporan aliran listrik aktif tanpa ada pengisian. ‘’Kasus terbanyak di Sumatera. Tapi, di Jatim juga ada,’’ paparnya.

Perubahan kebijakan, tegas Andry, telah disosialisasikan kendati tidak masif. Pihaknya mengoptimalkan lewat promo dan informasi ketika ada pelanggan yang datang ke kantor. ‘’Paling sering informasi ke biro instalasi,’’ katanya. (cor/c1/fin)

 

 

 

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close