Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Petani Tewas

282

MADIUN – Mutakin, 58, sepertinya tidak belajar dari kematian Dikun, warga Desa Sogo, Balerejo, akhir tahun lalu. Warga Desa Garon, Balerejo, itu juga tewas akibat tersengat listrik dari jebakan tikus yang dipasang di sawahnya, Selasa malam (18/6). Mengapa kasus serupa terulang setelah setengah tahun berlalu? ‘’Kami sudah menyebar larangan dan imbauan dan sosialisasi lewat kepala desa dan lurah,’’ klaim Kapolsek Balerejo AKP Nugroho Rabu (19/6).

Nugroho mengungkapkan, peristiwa nahas itu diketahui ketika Fadlan Chafis Nursalim, anak Mutakin penasaran dengan bapaknya tidak kunjung pulang rumah pukul 19.00. Setelah pamitan ke sawah satu jam sebelumnya. Anaknya itu lantas menyusul ke lokasi. Setibanya di sana, bapaknya didapati tergeletak di sawah. Genset yang menyalurkan listrik untuk perangkap juga menyala. ‘’Setelah genset dimatikan, baru menyadari kalau bapaknya meninggal dunia,’’ ujarnya.

Hasil visum luar, korban menderita luka bakar pada telapak kaki kanan dan jari kaki kiri. Luka tersebut bukan bekas penganiayaan, melainkan kuat dugaan akibat tersengat listrik jebakan tikus yang dipasangnya malam itu. ‘’Keluarga menerima kematian sebagai musibah dan menolak diotopsi,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Nugroho berharap pemerintah desa (pemdes) dan kelurahan terus meningkatkan sosialisasi atas bahaya penggunaan jebakan listrik di sawah. Sebab, tidak hanya berbahaya, ada unsur pidana bagi yang nekat memasang. Yakni, pasal 359 KUHP dengan ancaman penjara maksimal lima tahun. ‘’Tidak cukup kalau hanya mengandalkan pengawasan,’’ katanya. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here