Tersumbat Longsor, Jalur Ngrayun dan Tugu Lumpuh Total

179

PONOROGO – Jalur Ponorogo-Trenggalek lumpuh total, tadi malam (4/3). Hujan deras yang mengguyur kawasan perbatasan sedari pukul 19.00, membuat material tebing berguguran hingga menutup penuh badan jalan. Sekitar pukul 20.30, ruas jalan di Km 21 Tugu Trenggalek itu lumpuh total. Tak bisa dilewati kendaraan baik dari arah Ponorogo maupun Trenggalek.

Setyo Budiono, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo belum dapat memastikan sampai kapan jalur utama Ponorogo-Trenggalek dibuka kembali. Hujan masih mengguyur deras semalaman. ‘’Paling memungkinkan, pembersihan jalan besok (hari ini),’’ ungkapnya.

Longsor juga melanda jalan desa Selur, Ngrayun, sekitar 20.30, Minggu (3/3). Jalan penghubung Ponorogo-Trenggalek via Ngrayun itu juga tersumbat guguran tebing di atasnya. ‘’Tadi pagi (kemarin) sudah dilakukan pembersihan material menggunakan alat berat. Sudah bisa dilewati roda dua, tetapi pembersihan terus dilanjutkan besok (hari ini),’’ imbuhnya.

Di hari sama, rumah Yatimin, 49, di Gedagangan, Ngrayun juga terdampak longsor. Kejadian itu membuat pemilik rumah terkejut. Tidak ada tanda-tanda tebing di samping rumahnya bakal longsor. Dia yang di dalam rumah spontan tunggang-langgang begitu mendengar suara gemuruh di siang bolong. Longsor mengarah pada dinding samping rumah hingga jebol. ‘’Tak ada korban jiwa. Kerugiannya hanya Rp 5 juta,’’ ujar Budi yang turun ke lokasi.

Budi mengatakan kejadian tersebut merupakan kali ketujuh selama pembuka tahun ini. Total kerugian material akibat tanah longsor mencapai Rp 78 juta. Keseluruhannya dalam ketegori ringan. Sebab, tidak menimbulkan dampak bagi orang banyak. Sebelumnya, longsor melanda Sawoo hingga dua kali. Kerugian materialnya mencapai Rp 20 juta. Sedangkan di Ngrayun ini sudah ke empat kali. Rugi materinya tembus Rp 48 juta. Di Badegan satu kali dengan kerugian material Rp 10 juta. ‘’Selain cuaca buruk, longsor terpicu penebangan liar tanpa diikuti reboisasi yang maksimal. Seharusnya ada tebang pilih,’’ tegasnya.

Kebanyakan longsor melanda kawasan tebing yang gundul, tak lagi tidak ditanami pohon. Sehingga rawan terjadi longsor. Pun, berisiko menimpa rumah di dekatnya. BPBD mengimbau warga waspada sebab intensitas hujan diperkirakan masih berkepanjangan. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here