Madiun

Tersiksa Bau Limbah Industri Tahu, Warga Margobawero Layangkan Protes

MADIUN – Penanganan limbah tahu di Banjarejo belum tersolusikan. Sementara keluhan dari masyarakat akan keberadaan industri kecil menengah (IKM) pengolahan kedelai di kelurahan itu terus mengalir. Terbaru, bau ampas tahu yang menyengat itu dirasakan oleh sebagian masyarakat di Jalan Margobawero, Kelurahan Mojorejo.

Mereka lantas menyurati dinas lingkungan hidup (DLH) untuk segera mengatasi pencemaran ampas tahu di saluran air sekitar rumah penduduk. Tetapi, penanganannya masih bersifat normatif. Seperti pengecekan di lapangan dan melakukan kajian.

Dampak pengolahan limbah tahu di Banjarejo yang kurang optimal juga dirasakan oleh sebagian pelaku usaha di wilayah tersebut. Terutama mereka yang usaha atau rumahnya berada di dekat saluran air pembuangan limbah tahu. Karena ampas tahu yang dibuang menimbulkan bau tidak sedap.

Maya Sulistyowati, warga setempat, mengatakan bahwa bau dari hasil industri pengolahan tahu telah dirasakan hampir setiap hari. Bahkan kondisi itu terjadi sejak tiga tahun lalu. Dia merasa dirugikan akibat pencemaran limbah tersebut. ’’Sangat mengganggu. Banyak kustomer kami yang kadang sudah duduk tapi keluar lagi karena terganggu baunya. Kan ya kami rugi kalau begini terus. Soalnya, bau ini hampir setiap hari dirasakan,’’ ungkap pengelola harian Kafe 9 itu Jumat (19/7).

Sebenarnya, petugas dari DLH Kota Madiun sudah pernah melakukan peninjauan di lapangan. Tetapi, sampai dengan saat ini belum ada tindak lanjut. Bau limbah hasil pengolahan IKM tahu itu masih tetap ada. Supaya pelanggannya tidak kabur, Maya berinisiatif membakar dupa untuk mengalihkan bau limbah. Namun, tidak semua konsumennya betah dengan bau dupa. Dia berharap pemkot segera melakukan tindakan untuk meminimalkan bau menyengat dari hasil pengolahan IKM tahu tersebut. ’’Sementara cuma bakar dupa. Tapi, baunya (limbah tahu) tetap nggak bisa hilang,’’ ujar Maya.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup DLH Kota Madiun Agus Haryanto mengatakan bahwa pihaknya masih terus mengupayakan penyelesaian masalah limbah industri tahu di Banjarejo. Meskipun sebenarnya para pengusaha sudah membuat penyaringan air limbah. Tetapi, upaya itu belum membuahkan hasil. Sebaliknya, pencemaran limbah tahu masih tetap bau. ’’Kami sudah berupaya agar limbah ini tidak mengganggu warga, satu sisi kami juga tidak ingin mematikan usaha warga. Tapi, ini masalah sudah lama. Kami juga telah berikan sosialisasi kepada mereka untuk membangun IPAL,’’ jelasnya. (her/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close