Terserang Virus Aneh yang Belum Diketahui Jenisnya, Pohon Cengkih Jadi Kayu Bakar

36
SEPERLIMA MATI: Salah satu pohon cengkih di Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, hanya menyisakan batang dan ranting lantaran mengering terserang virus yang belum diketahui jenisnya.

MADIUN – Petani cengkih di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, pusing tujuh keliling. Selain harganya jatuh, tanaman mereka juga terserang virus. Akibatnya tanaman mengering. Daunnya pun berguguran. Hingga akhrinya tak bisa berbunga. ‘’Tentu saja tidak bisa menghasilkan,’’ kata Suwandi, seorang petani cengkih di Desa Kare, Selasa (9/7).

Dua pohon cengkihnya terserang virus. Pun pohon tetangga mengalami hal yang sama. Padahal satu pohon bisa menghasilkan tiga hingga lima  kilogram. Mereka pun hanya bisa pasrah dan terpaksa menebang pohon yang teserang virus. ‘’Dijadikan kayu bakar,’’ ujarnya.

Menurut Suwandi, serangan kali ini lebih parah dari tahun lalu. Begitu pun harga tahun lalu tergolong bagus dibanding tahun ini. Dulu harga cengkih basah mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Sekarang hanya sekitar Rp 60-an ribu. ‘’Kalau yang kering dulu mencapai Rp 45 ribu, sekarang tinggal Rp 22 ribu,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kades Kare Sukirman mementahkan keterangan petani di desanya. Menurut dia, penyebaran virus di Kare lambat. Pasalnya, para petani sudah merawat intensif tanaman cengkih mereka. Bahkan, Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun sudah memberi cara pencegahannya. ‘’Sudah kami lakukan berbagai cara untuk menanggulangi virus tersebut,’’ klaimnya.

Namun, dia mengakui memang belum bisa dicegah menyeluruh. Buktinya, 20 persen pohon cengkih di desanya mati. Hanya, penyebabnya belum diketahui. Bahkan, disperta belum menemukan jenis virusnya. Sehingga, belum diketahui cara membasmi virus yang telanjur menyerang. ‘’Perlu pemeriksaan yang lebih. Tapi, kami sudah beri pengetahuan pada petani,’’ ujarnya.

Sukirman menengarai penyebab utamanya kebiasaan para petani yang bergantung pada pupuk kimia. Sehingga, ketika diterpa musim kemarau agak panjang, tanaman tidak kuat. Saat ini sudah mulai digunakan pupuk kandang atau pupuk organik untuk mencegah tanaman drop. Selain itu, air yang cukup bakal membuat tanaman tahan berbagai penyakit. ‘’Kalau metode ini sudah diterapkan para petani, mungkin tidak akan mati cengkihnya,’’ jelasnya. (fat/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here