KriminalitasPonorogo

Tersangka Utama Kasus Investasi Bodong Ditangkap

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Terkuak sudah sosok GS yang selama ini diburu sebagai investasi CV Tri Manunggal Jaya (CV TMJ). Kemarin (3/3) pria bernama asli Galih Kusuma itu dikeler polisi di hadapan awak media. Dia ditangkap di sebuah apartemen di Jakarta Minggu lalu (1/3). ‘’Dia tersangka utama kasus investasi peternakan sapi perah fiktif ini,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto Selasa (3/3).

Selain membuka identitas Galih, polisi juga mengungkap HS dan AS yang tak lain merupakan direktur dan bendahara CV TMJ. HS bernama lengkap Hadi Suwito, 33, warga Kertosari, Babadan. Pria yang pernah berdagang nasi goreng itu merupakan lulusan SD. Sementara HS bernama lengkap Ari Setiawan, 33, warga Binade, Ngrayun. Sesuai KTP-nya, Galih yang berusia 40 tahun itu diketahui beralamat di Singgahan, Kebonsari, Kabupaten Madiun. ‘’Ketiga tersangka memiliki perannya masing-masing,’’ ujarnya.

Galih berperan sebagai inisiator investasi bodong. Dia merekrut Hadi dan Ari lalu mengarahkan keduanya untuk berperan sebagai direktur dan bendahara CV TMJ. Galih secara khusus juga mengajari kedua tersangka bagaimana cara melakukan pendekatan kepada para calon investor. Arief menyebut, di awal pendirian CV, ketiga tersangka memang ingin menjalankan bisnis peternakan sapi perah. ‘’Dalam perkembangannya, mereka tidak betul-betul siap. Sementara respons masyarakat ternyata positif. Akhirnya timbul niatan sehingga bisnis ini malah berkembang menjadi investasi bodong,’’ beber kapolres.

Alih-alih membelikan sapi perah berkualitas, ketiga tersangka hanya memutar dana dari para investor. Sebagian lantas digunakan untuk mendanai usaha yang menguntungkan CV dan ketiga tersangka, serta untuk kebutuhan pribadi. ‘’Sebagian dikembalikan kepada investor. Dijelaskan bahwa itu adalah keuntungan hasil usaha untuk mereka,’’ imbuh Arief.

Kapolres memerinci, korban yang melapor secara resmi 44 orang dengan kerugian materiil dikalkulasi mencapai Rp 4,6 miliar. Versi Galih, Arief menyebut investasi bodong ini telah melibatkan sekitar seribu mitra yang tersebar di berbagai daerah dengan dana terhimpun mencapai Rp 585 miliar. Polres setempat juga menggandeng kepolisian daerah dan resor lain dalam mengusut kasus ini. ‘’Kami mengimbau seluas-luasnya kepada masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor,’’ tuturnya.

Polisi menjerat Galih, Hadi, dan Ari dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan, serta pasal 3 UU 8/2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Para pelaku terancam pidana 20 tahun penjara. Arief menegaskan, jumlah tersangka masih mungkin bertambah. ‘’Apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat, kami masih melakukan pemeriksaan secara lengkap terhadap ketiga tersangka,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close