Tersangka Persetubuhan Anak Tiri Jadi Buron Polisi 

140

PONOROGO – Polisi menetapkan MWT sebagai tersangka perkara persetubuhan dengan perempuan di bawah umur. Laki-laki yang menghamili anak tirinya PSA dan menggugurkan kandungannya itu kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).  ‘’Kami berupaya menangkap tersangka,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko, Selasa (9/10).

Pihaknya mengantongi hasil pemeriksaan visum et repertum PSA dan alat bukti lainnya. MWT jadi buron setelah membuang janin perempuan berusia sekitar lima bulan di saluran air dekat rumah PSA di Desa Pupus, Ngebel, terungkap Sabtu (6/10). Warga asal Banyuwangi itu kabur meninggalkan istrinya EPL dan PSA. ‘’Kami berharap tersangka menyerahkan diri. Kalau tidak, kami akan bertindak tegas,’’ ujarnya.

Penyidik Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (UPPA) Satreksrim Polres Ponorogo sudah memeriksa sekitar lima saksi dalam kasus tersebut. Mereka adalah kakek, nenek, ibu, tetangga, dan PSA. Hasilnya, terungkap PSA disetubuhi paksa MWT. ‘’Tersangka juga mengancam akan membunuh ibu korban kalau tidak mau memenuhi kemauannya,’’ ungkap Maryoko.

Pihaknya juga menggandeng tim forensik RS Bhayangkara Kediri untuk mengotopsi janin perempuan. Senin lalu (8/10) pihaknya membongkar makam janin perempuan tersebut. ‘’Proses ini sebagai bentuk tindak lanjut setelah hasil visum korban menyebutkan ada (bekas) janin,’’ terang Maryoko.

Terpisah, dokter spesialis forensik RS Bhayangkara Kediri Tutik Purwanti mengatakan ada sejumlah proses yang dilakukan terhadap PSA. Seperti pemeriksaan psikologi dan pengambilan sampel darah korban. ‘’Kami juga mengambil sampel rambut, lambung, dan darah janin,’’ katanya.

Sedangkan untuk penyesuaian atau penentuan hubungan keluarga dari ayah dan ibu, Tutik telah mengambil sampel tulang paha kiri dari janin tersebut. Hanya, pihaknya belum dapat menyimpulkan janin perempuan itu sengaja digugurkan paksa dengan menggunakan obat-obatan atau hal lainnya. ‘’Kalau itu menunggu hasil dari pemeriksaan toksikologi,’’ ujar Tutik.

Lanjut dia, dari hasil otopsi diketahui janin perempuan itu berusia antara 4–5 bulan. Selain itu, lahir dalam keadaan sudah meninggal. ‘’Janin perempuan itu (diduga) meninggal sejak dalam kandungan. Karena kalau umur segitu belum cukup umur untuk dilahirkan,’’ bebernya. (her/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here