Tersangka Dugaan Rasuah TPA Kaliabu Akhirnya Datang Juga

137

MADIUN – Terancam dijemput paksa, BB keder juga. Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Mejayan melayangkan surat panggilan ketiga, akhirnya dia menampakkan batang hidungnya kemarin (6/9). Sebelumnya, oknum pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun itu mangkir dua kali dari panggilan penyidik.

Tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu 2017 itu tiba di kejari sekitar pukul 10.00. Ditemani dua penasihat hukum (PH)-nya, mereka langsung masuk ke ruang staf pidana khusus (pidsus).

Dari celah pintu yang terbuka, BB terlihat berbicara dengan penyidik sambil membolak-balik dokumen. Salah seorang PH-nya serius duduk di sebelahnya. Mereka keluar ruangan sekitar pukul 12.00 untuk istirahat. ‘’Nanti saja,’’ kata Moren Memorinta, salah seorang PH BB saat dimintai keterangan.

Sedangkan BB tidak mengeluarkan sepatah kata pun ketika ditanya awak media. Dia melangkah menuju ke tempat mobilnya diparkir dengan membawa sebuah map. BB hanya memberi isyarat lewat jari telunjuknya yang mengarah ke salah seorang PH-nya.

Sayangnya, Moren pun belum banyak bicara terkait bentuk pendampingan hukum perkara TPA Kaliabu tersebut. Namun, dia membenarkan kliennya tidak bisa memenuhi panggilan beberapa waktu lalu karena sakit. ‘’Stroke ringan,’’ ungkapnya lantas masuk ke mobil.

Kasi Pidsus Kejari Mejayan Bayu Novrian Dinata menyebut BB cukup kooperatif. Pemeriksaan pertama kali kemarin, kata dia, untuk mendalami tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya selaku pengguna anggaran (PA) proyek senilai sekitar Rp 800 juta tersebut. ‘’Kalau peran dan aliran dana merupakan materi penyidikan,’’ ujarnya.

Sementara PS, tersangka lain yang juga oknum pejabat DLH, sudah diperiksa Rabu lalu (5/9). Pihaknya sengaja memajukan lantaran jaksa penyidiknya  ada jadwal sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun setiap Kamis. ‘’PS sudah empat kali diperiksa. Proses pemeriksaan sudah sekitar 80 persen,’’ jelasnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here