Tersandung Kasus Makelar CPNS, Dua Kabid Satpol PP Diperiksa Inspektorat

226

MAGETAN – Kabar tak sedap kembali menerpa Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Magetan. Kasus ISW yang melakukan pelanggaran disiplin belum reda, kini dua kabid korps penegak perda berinisial Rah dan Yud tengah diperiksa Inspektorat. ‘’Masih dalam pemeriksaan awal,’’ kata Inspektur Inspektorat Mei Sugiarti kemarin (20/1).

Keduanya diperiksa menyusul adanya laporan terkait rekrutmen CPNS 2013. Yakni, pada era kepemimpinan Bupati Sumantri. Rah dan Yud diduga menjadi makelar calon abdi negara. Keduanya disebut-sebut telah meraup duit ratusan juta dari sejumlah pelamar. Celakanya, tak satu pun lolos seleksi. ‘’Pemeriksaan ini sifatnya rahasia. Yang jelas, APIP (aparat pengawas intern pemerintah, Red) sudah melakukan pemeriksaan,’’ ujarnya.

Mengapa kasus dugaan makelar CPNS itu diproses sekarang? Mei berdalih karena baru tahun ini menerima laporan dari pihak yang dirugikan. ‘’Setelah ada disposisi Pak Bupati, kami tindak lanjuti,’’ tutur Mei kepada Radar Magetan.

Bupati Suprawoto memastikan ada sanksi bagi kedua oknum kabid tersebut jika terbukti menjadi makelar CPNS. Bahkan, dia merekomendasikan keduanya dibebastugaskan. Jika usianya sudah 50 tahun, akan diminta pensiun dini. ‘’Bisa juga penurunan pangkat,’’ katanya.

Kang Woto -sapaan akrab Suprawoto- menuturkan, sejatinya tidak hanya dua kabid satpol PP dan damkar yang saat ini diperiksa Inspektorat terkait dugaan praktik makelar CPNS. Ada empat PNS nakal yang sedang menjalani pemeriksaan. Seorang di antaranya tenaga pendidik. ‘’Yang bersangkutan sedang diproses Inspektorat,’’ ujarnya.

Informasi yang dihimpun, Rah menjabat kabid penegakan perda. Sedangkan Yud kabid ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat yang tak lain atasan ISW, oknum PNS satpol PP dan damkar yang berbulan-bulan bolos kerja. (bel/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here