Tersandung Kasus Makelar CPNS, Dua Kabid Satpol PP Di-nonjob-kan

113

MAGETAN – Kewenangan Yud dan Rah sebagai kepala bidang di Satpol PP dan Damkar Magetan dihapus. Mereka disanksi disiplin berat berupa pembebasan tugas alias nonjob. Sanksi itu berlaku terhitung sejak terbitnya surat keputusan (SK) bupati.

Menanggapi hal tersebut, Kasatpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi langsung mengambil sikap. Dia memutuskan kewenangan yang sebelumnya mereka miliki dialihkan ke kepala seksi (kasi). Karena status keduanya kini hanya sebagai staf. ‘’Nantinya kasi yang akan menjalankan tugas seperti kabid,’’ kata Chanif kemarin (31/1).

Diakuinya, pembebastugasan Yud dan Rah berdampak pada kinerja lembaga. Mengingat jabatan keduanya terbilang strategis. Yakni, sebagai kabid penegakan perda serta kabid ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Selain itu, Chanif menyebut peran mereka sangat vital. Karena berkaitan langsung dengan kondusivitas daerah. ‘’Biarpun ada kasi, tapi kan lebih maksimal jika ada kabid. Kami harus adaptasi,’’ ujarnya.

Sebagai gantinya, dia berharap ada pengisian jabatan dalam waktu dekat. Karena jabatan kabid di satpol PP dan damkar banyak yang kosong. Chanif mengaku saat ini hanya Winoto yang berstatus pejabat aktif setingkat kepala bidang. Tiga jabatan lainnya lowong. Dia khawatir itu berpengaruh pada kinerja lembaga. ‘’Peran kabid sebagai koordinator. Jika tidak ada koordinator, bagaimana kami bisa melaksanakan kegiatan dengan optimal,’’ tuturnya.

Kendati sudah dibebastugaskan sebagai kabid, Yud dan Rah masih menetap di satpol PP dan damkar. Chanif berharap ada solusi dari baperjakat terkait pemindahan mereka ke OPD lain. Supaya psikologi mereka tidak terbebani pasca di-nonjob-kan. ‘’Kurang tepat kalau untuk pembinaan masih ditempatkan di sini,’’ ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Yud dan Rah diadukan ke Bupati Magetan Suprawoto atas dugaan makelar CPNS 2013 silam. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh aparat pengawasan intern pemerintahan (APIP) Inspektorat Magetan.

Hasilnya, mereka dinyatakan bersalah karena kedapatan mengambil keuntungan dari korban. Kasus itu selesai secara kekeluargaan. Namun, sanksi kepada mereka tetap diberlakukan sebagai bentuk pembinaan pegawai. Rah juga mengembalikan uang Rp 100 juta dan Yud sebesar Rp 150 juta kepada korban. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here