Terpeleset, Kakek Tewas di Sungai

35

NGAWI – Warga Dusun Gergunung, Desa Wakah, Ngrambe, mendadak geger. Itu terjadi setelah Rustam, 87, warga setempat, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi sudah membusuk. Jasadnya tertelungkup di sungai tak jauh dari rumahnya.

Penemuan jasad Rustam bermula saat Nur Khasana, 30, cucu korban, berniat menjenguk sekalian mengantar makanan, pada Rabu siang (17/4). Namun, warga Desa Giriharjo, Ngrambe, itu mendapati rumah dalam kondisi kosong melompong. ‘’Terakhir kali korban diketahui keberadaannya tiga hari sebelum ditemukan meninggal di sungai,’’ kata Kapolsek Ngrambe AKP Budianto, Kamis (18/4).

Nur Khasana mendadak curiga sesaat setelah mendapati makanan yang dikirimnya pada Minggu (14/4) masih utuh. Perempuan itu lantas berinisiatif meminta tolong tetangga yang baru saja selesai coblosan pemilu untuk mencari keberadaan kakeknya.

Sampai di sungai belakang rumah korban sekitar pukul 14.00, mereka mencium bau menyengat hingga membuat Nur Khasana semakin waswas. Benar saja, kakeknya ditemukan di bawah tebing dengan ketinggian sekitar lima meter dalam kondisi sudah tak bernyawa. ‘’Diduga korban jatuh terpeleset dari tebing dekat tempat ditemukan,’’ kata Budianto.

Setelah mendapat laporan, sejumlah aparat kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi kejadian ditemukan sejumlah benda milik Rustam. Yakni, sebillah sabit dan gerjaji. Sementara, di tebing ada potongan bambu yang diduga hasil tebang kakek sebatang kara itu. ‘’Dugaan kuat, korban jatuh saat menebang bambu,’’ ungkap Budianto.

Budianto mengatakan, hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban meski terdapat beberapa luka. Jasad Rustam dimakamkan di pemakaman desa setempat. ‘’Pihak keluarga korban menerima kejadian sebagai musibah,’’ pungkasnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here