Magetan

Terowongan Akhirat Jadi Ciri Khas Ponpes Hidayatul Mubtadi’in

MAGETAN – Bangunan klasik-modern diadopsi oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadi’in. Kesan itu sekaligus menghapus usia ponpes yang dibangun sejak tahun 1996 tersebut.

Tapi, ada hal istimewa yang dimiliki oleh ponpes yang terletak di Desa Plumpung, Plaosan itu. Yaitu keberadaan terowongan akhirat. Desain bangunannya sendiri juga seperti dinding gua. ‘’Bangunan ini berdiri di atas Sungai Plumpung dengan ciri khas terowongan akhirat,’’ kata Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadi’in KH. Lukman Hidayat.

Terowongan itu sengaja di desain sedemikian rupa sebagai pengingat. Karena di dalamnya terdapat masjid. Di situ lah aktivitas para santri dilalui. Total ada sekitar 200 lebih santri yang mengenyam pendidikan di ponpes tersebut.

Dengan keunikan arsitektur bangunan itu banyak disinggahi oleh para jamaah dari luar daerah. Bahkan, beberapa pejabat penting pernah singgah di ponpes itu. ‘’Ada beberapa pejabat yang pernah singgah kesini untuk kepentingan kunjungan kerja. Seperti bupati, kapolres, kapolda dan pangdam,’’ tutur Kyai Dayat, sapaan akrab KH. Lukman Hidayat.

Selain ilmu agama, di Ponpes Hidayatul Mubtadi’in juga mengajarkan kewirausahaan bagi santrinya. Salah satunya menjalankan wirausaha berbasis agrobisnis dan agroindustri. Seperti halnya ternak sapi, produksi tahu, pertanian dan minimarket. ‘’Semua itu dijalankan oleh santri,’’ ungkapnya. (mgc/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close