Madiun

Teror Hoaks Pagotan Diusut

Polisi Lidik Penyebarannya dan Dampak di Masyarakat

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Polisi tidak tinggal diam atas kabar dusta yang meneror Desa Pagotan, Geger, Kabupaten Madiun. Penyebaran berita bohong via WhatsApp (WA) mengenai kasus Covid-19 desa itu bakal diusut. ‘’Kami akan menyelidiki kebenarannya,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun AKP Aldo Febrianto Minggu (2/8).

Aldo menyebut, belum ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan atas kabar bohong itu. Baik Kepala Desa (Kades) Pagotan Bekti Ari Nugroho maupun masyarakat. Meski begitu, pihaknya bisa menindak penyebar hoaks dengan atau tanpa laporan resmi. ‘’Dasarnya adalah Undang-Undang (UU) 19/2016 turunan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),’’ ujarnya.

Polisi memulai penyelidikannya dengan menelusuri fakta-fakta di lapangan. Isi berita bohong yang disebar dua kali dalam waktu berbeda itu ditelisik. ‘’Kami lihat juga dampak di masyarakat atas beredarnya berita hoaks itu,’’ ucap mantan kasatreskrim Polres Pacitan tersebut.

Diketahui, momen kabar bohong mencuat tidak lama setelah dua warga Pagotan yang menjadi pasien positif meninggal. Kali pertama 18 Juli (sebelumnya tertulis 25 Juli). Tersiar kabar bahwa warga tidak kooperatif dalam melakukan pemeriksaan tes cepat Covid-19.

Setelah pasien yang dirawat di RSUD dr Soedono, Madiun, itu meninggal dunia, isi broadcast yang diterima masyarakat itu memprovokasi untuk tidak mendatangi Pagotan. Alasannya, desa itu menjadi klaster penularan virus asal Wuhan, Tiongkok, tersebut.

Dua belas hari berselang, kabar hoaks muncul kembali. Bersamaan meninggalnya pasien yang dirawat di RSUD Dolopo 30 Juli. Isinya menyebutkan total tujuh kasus kematian korona di Pagotan. ‘’Total kasus konfirmasi Covid-19 di sini (Pagotan, Red) ada empat, yang dua meninggal. Tidak sampai tujuh,’’ beber Bekti.

Kabar dusta itu telah menjadi konsumsi publik. Bekti menyebut, sosial-ekonomi wargan terkena imbas. Contohnya, penghasilan juru rias hilang karena orderan dibatalkan. Pun, pedagang keliling mendapat penolakan saat berjualan.

Ketika dimintai tanggapan ihwal langkah satreskrim, kades belum bisa menjawab. Saat ini dia pilih berfokus menangani Covid-19. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close