Teror DBD Berkepanjangan, Permintaan Fogging Melonjak Signifikan

96

PONOROGO – Teror nyamuk Aedes aegypti yang terbukti tidak terhenti Januari membuat warga panik. Berbagai upaya pencegahan dilakukan. Tak cukup kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) hingga gerakan menguras, menutup, mengubur (3M) plus.

Komunitas sosial juga menggalakkan fogging ke sejumlah lingkungan. Seperti di Jalan Kalimantan, Mangkujayan, Ponorogo, pukul 07.00 kemarin (4/2). Menyusul terenggutnya nyawa seorang pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo yang indekos di lingkungan tersebut. ‘’Tahun ini mulai banyak penderitanya,’’ kata Sutomo, warga setempat.

Di lingkungannya, sebut Sutomo, sudah 13 warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Dari pemkab telah melakukan fogging sekali. Namun, adanya warga yang meninggal dunia membuat warga khawatir.  ‘’Cemas, jadi takut banyak nyamuk di sekeliling kita,’’ ujarnya.

Warga setempat akhirnya mengajukan fogging ke komunitas sosial. Mereka khawatir, jika terkena DBD, biaya medis terlampau mahal. ‘’Terutama bagi kami masyarakat kecil tentu sulit untuk mencari biaya pengobatan,’’ tuturnya.

Setelah mendapat bantuan fogging, Sutomo dan warga setempat mengaku senang. Menurutnya, dengan fogging paling tidak dapat memangkas mata rantai perkembangan nyamuk. ‘’Demam berdarah ini kan berbahaya, jadi sakitnya gak kelihatan,’’ sambung Sutomo.

Dia dan warga setempat berharap pemerintah lebih gencar melakukan upaya pencegahan. Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi sejauh ini dirasa kurang efektif. ‘’Jika sosialisasi untuk kerja bakti, kami sudah lakukan. Kami harapkan tidak sekadar sosialisasi. Dan, tidak hanya berupa fogging,’’ tegasnya.

Lisdyarita, koordinator pegiat sosial, mengatakan, hingga kini sudah 300 permintaan dari berbagai lingkungan telah diterimanya. Pembiayaannya dihimpun swadaya antar pegiat sosial. ‘’Kami lakukan upaya fogging untuk membantu pemerintah menangani kejadian luar biasa (KLB) DBD ini. Karena ini sudah masuk kategori bencana, jadi kita semua harus bersatu bergerak bersama memerangi ini,’’ kata Rita, sapaannya.

Bersama pegiat sosial lainnya, Rita juga sosialisasi pentingnya 3M plus. Juga,  membagikan obat abate secara gratis. Melalui obat tersebut, paling tidak dapat memberantas jentik nyamuk. ‘’Fogging untuk memberantas yang terbang, abate untuk memberantas jentik. Kami juga mengajak warga untuk menumbuhkan budaya hidup bersih,’’ tekannya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here