Madiun

Terobosan Insan Pariwisata setelah Tiga Bulan Tak Kerja

Ditemani Sebotol Kopi, Keliling Kota Sepekan Dua Kali

Minum kopi di sebuah kafe sambil ngobrol santai memanglah asyik. Bagaimana jika aktivitas itu dilakukan di atas kafe berjalan alias bus berkeliling kota. Salah satu perusahaan otobus wisata menjadikannya peluang bisnis setelah berbulan pendapatan dihantam badai korona.

ASEP SYAIFUL BACHRI, Jawa Pos Radar Madiun

Dinda Tomi berkali-kali berswafoto saat menikmati sebotol kopi susu dan snack di meja yang tertata di depannya. Berkali-kali pula, remaja itu melongok ke jendela menikmati suasana perkotaan yang dilewati bus yang ditumpanginya. Dia cukup terkesan dengan pengalaman pertama ngopi di bus wisata keliling kota itu. ‘’Ini keren, inovasinya sangat bagus. Protokol kesehatannya juga ketat. Pemandu wisata terus mengingatkan sepanjang perjalanan,’’ terangnya.

Evi Yuniasih sama girangnya. Baru kali pertama dia kongko di bus. Menikmati pemandangan kota sembari ngopi dan ngemil makanan ringan. Dia terkesan dengan paparan pemandu wisata seputar sejarah bangunan perkotaan yang dilewati. ‘’Model wisata seperti ini menjadi salah satu kemajuan pariwisata di Kota Madiun,’’ ungkap salah seorang pegawai RSUD dr Soedono Madiun itu.

Anisa Pratiwi yang satu rombongan dengan Evi Yuniasih tertarik menikmati wisata keliling kota setelah melihat unggahan story sosial media beberapa temannya.  Saat mecoba, dia merasa puas. ‘’Senang sekali, baru pertama kalinya wisata seperti ini,” ucapnya.

Pengelola Transbuck Bus Cafe Rangga Hadi Pranata menyebut bahwa jasa wisata keliling kota ini sejatinya sudah tergagas lama. Menyikapi kelesuan ekonomi selama pandemi. Para pekerja pariwisata pun akhirnya mencari cara agar bus yang ada tetap berdaya. ‘’Kebetulan beberapa hari lalu Kota Madiun sudah zona hijau, makanya kami memberanikan diri mewujudkan ide ini,’’ terangnya.

Konsep bus pariwisata yang semula berisikan deretan kursi ditambahi meja. Ada satu meja untuk dua kursi dan empat kursi. Untuk menerapkan protokol kesehatan, kapasitas wisatawan hanya separo dari kapasitas normal. Tak lebih dari sekitar 25 penumpang sekali muatan. ‘’Meja dengan empat kursi khusus penumpang satu keluarga, lebih aman,’’ ungkapnya.

Selama lebih dari tiga bulan insan pariwisata banyak yang kehilangan pekerjaan. Karena hampir semua aktivitas wisata dihentikan. Sehingga banyak tour leader, biro pariwisata, sopir, dan kru bus tak kerja selama pandemi Covid-19. Sehingga cafe on the bus jadi salah satu alternatif untuk membangkitkan kembali pariwisata. ‘’Kami mencoba bangkit kembali,’’ harapnya.

Operasional transbuck bus cafe hanya dua kali sehari saban Sabtu dan Minggu. Semula mereka berencana empat kali sehari. Pengurangan tetap dilakukan demi menjauhkan kerumunan. ‘’Starting point-nya juga kami acak,’’ terangnya. *** (fin/c1)

Layanan Tak Bedakan Identitas Kependudukan

TEROBOSAN insan pariwisata menghadirkan bus kafe sejalan dengan konsep wisata kota yang digagas Pemkot Madiun. Pemkot mendatangkan tiga unit Madiun Bus On Tour (Mabour). Kelak, bus berdesain klasik ini mengakomodasi wisata keliling kota tanpa dipungut biaya. Untuk mendatangkan tiga bus berwarna hitam itu, pemkot merogoh Rp 2,37 miliar dari APBD 2020. Anak cabang PT Astra International Tbk di Sidoarjo sebagai pemenang tendernya telah mengirimkan unit secara bertahap. Dua armada telah didatangkan Senin (6/7).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rosidi mengatakan, tiga armada itu terdiri dua jenis. Dua berjenis medium dan satu berjenis mikro. Masing-masing jenis memiliki spesifikasi dan kapasitas berbeda. Pun, rute perjalanan yang akan ditempuh berbeda. ‘’Dua bus besar dan satu sedang,’’ kata Ansar.

Bus medium berkapasitas 30 penumpang. Jarak tempuh sekitar 21 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Sedangkan bus mikro berkapasitas 18 penumpang. Jarak tempuh 18,2 kilometer dengan waktu tempuh 80 menit. ‘’Bus ini gratis untuk siapa saja. Warga kota maupun luar kota silakan menaikinya. Kami kedepankan public service tanpa membedakan identitas penduduk,’’ ungkapnya.

Wali Kota Madiun Maidi memastikan operasional bus memperhatikan protokol kesehatan. Setelah di-launching 14 Juli nanti bakal beroperasi setiap Sabtu-Minggu mulai pukul 09.00–16.00. Maidi juga mempersilakan perusahaan otobus (PO) swasta yang memiliki konsep serupa turut meramaikan kota. Asalkan armada yang dioperasikan memenuhi standar yang diisyaratkan. ‘’Dari swasta sudah mulai masuk semua. Silakan saja. Nanti kami beri standardisasi. Kalau busnya jelek nggak boleh,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Sektor Kerja Perlahan Berdaya

TATANAN normal baru dalam dunia usaha yang dibuka secara bertahap menjadi angin sepoi bagi ratusan pekerja. Sekitar 50 persen dari total 745 pekerja yang dirumahkan telah dipekerjakan kembali.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Madiun Suyoto Harjo Wiyono memastikan 375 pekerja telah ditarik ke perusahaannya masing-masing. Perinciannya, 50 persen dari sektor perhotelan, kuliner, dan restoran, serta 100 persen dari perusahaan ritel. ‘’Setelah dibukanya tatanan normal baru ini, banyak perusahaan yang telah memanggil kembali karyawan yang tadinya dirumahkan,’’ kata Suyoto.

Kendati catatan disnaker masih mendapati beberapa sektor belum pulih. Salah satunya jasa perawatan kecantikan yang baru satu perusahaan melaporkan telah menarik kembali karyawannya. Seluruh karyawan tempat hiburan malam (THM) dan bioskop juga masih dirumahkan. ‘’Kemarin sudah dibahas di tingkat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun. Diperkirakan minggu ini sudah ada kabar,’’ ujarnya.

Ditariknya kembali karyawan yang dirumahkan menandakan berkurangnya angka pengangguran yang diakibatkan pandemi. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun pada triwulan pertama tahun ini merosot hingga menyentuh angka (-2,65) dari triwulan keempat pada akhir tahun lalu yang masih di angka (-0,86). Di masa new normal ini, disnaker berharap perusahaan-perusahaan lain segera memanggil kembali karyawannya. ‘’Sehingga pengangguran yang sempat bertambah bisa berkurang. Otomatis kesejahteraan bisa meningkat kembali,’’ ungkapnya.

Terkait dengan karyawan yang mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK), jika yang bersangkutan telah mengurus haknya di BPJS Ketenagakerjaan menandakan sudah tidak ada hubungan kerja dengan perusahaannya. Kecuali bagi yang statusnya dirumahkan masih ada harapan untuk dipanggil kembali. ‘’Bioskop dan THM mudah-mudahan siap menerapkan protokol kesehatan sehingga TGTPP Covid-19 dapat memberikan izin,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close