Telanjur Dianggarkan Rp 1,4 M, Megaproyek Pengembangan Sarangan Batal

1742
GAGAL TEREALISASI: Sisi utara Telaga Sarangan sedianya direncanakan dibangun jembatan beton leter L.

MAGETAN – Rencana megaproyek jembatan beton leter L di Telaga Sarangan tahun ini mendadak batal. Padahal, anggaran itu sudah disiapkan Disparbud Magetan. Nilainya sebesar Rp 1,4 miliar untuk pembangunan jembatan di sisi timur telaga tersebut. Sebelum, kemudian dibangun lagi tersambung dengan sisi utara pada tahun berikutnya. ’’Kemungkinan besar tidak dibangun tahun ini,’’ ujar Kabid Pengelolaan Pariwisata Disparbud Kabupaten Magetan Hadi Sumarno.

Dijelaskan, banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya meminta izin pengembangan Telaga Sarangan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR). Rupanya tidak semudah yang dibayangkan pada saat perencanaan tahun lalu. Mengingat, bangunan itu berada diatas air. ’’Izinnya sebenarnya mudah, sama-sama pemerintah. Tapi, persyaratan izin yang harus dipenuhi itu yang sulit,’’ terangnya.

Banyak kajian yang harus dipenuhi Hadi sebelum meminta izin kepada Basuki Hadimuljono. Di antaranya harus melakukan kajian geodesi terlebih dahulu. Untuk melaksanakannya tentu melibatkan pihak yang memang ahli dalam disiplin ilmu yang mempelajari survei dan pemetaan secara terestris, survey, dan pemetaan secara hidrografis. Berikutnya, bidang geoinformatika atau sistem informasi geografi, bidang administrasi pertanahan dan properti, bidang manajemen wilayah perbatasan dan juga bidang fotogrametri dan penginderaan jauh tersebut. ’’Harus cari konsultan dulu. Ini harus dikerjakan oleh pakarnya,’’ katanya.

Pun, Hadi tidak tahu menahu waktu yang diperlukan untuk melakukan kajian geodesi tersebut. Kegiatan tersebut menjadi hal yang perdana bagi disparbud. Apalagi, bukan hanya satu jenis kajian yang akan dilaksanakan. Masih ada kajian geologi dan analisis dampak lingkugan (amdal) pula. Semua kegiatan itu melibatkan pihak ketiga dengan spesifikasi sumber daya manusia (SDM) yang berbeda-beda. ’’Banyak yang harus kami persiapkan sebelum meminta izin pemerintah pusat,’’ terangnya.

Hingga pertengahan tahun ini, masih belum ada satu pun kajian yang dilaksanakan Hadi. Sehingga, duit yang disiapkan kemungkinan muspro. Agar tak kembali ke kas daerah (kasda), kemungkinan bakal dilakukan penggeseran. Saat ini, Hadi tengah membuat nota dinas Bupati Magetan untuk menyikapi masalah tersebut. Sehingga, duitnya bisa dilakukan untuk pengembangan pariwisata yang lainnya. ’’Untuk masalah anggaran, saat ini masih belum ada keputusan. Kami akan buat nota dinas dulu,’’ ungkapnya.

Rencananya, bukan hanya sisi timur yang akan dibuat jembatan beton. Namun, juga sisi utara sehingga menyambung dan membentuk letter L. Jika pembangunan sisi timur terealisasi tahun ini, maka sisi utara bisa dilanjutkan tahun depan. Menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan. Sayang, tahun ini masih belum terlaksana. Hadi masih belum bisa memastikan wacana ini benar-benar menjadi nyata. ’’Pembangunannya bertahap. Bisa dikerjakan secara multiyears,’’ pungkasnya. (bel/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here