Magetan

Terkesan Dadakan, Penertiban Jadi Rerasan

Instruksi Pemerintah Provinsi, Yustisi Sudah Tersosialisasi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sanksi denda yang diberlakukan petugas penegakan hukum terkait pencegahan persebaran Covid-19 menjadi rasan-rasan. Banyak warga yang belum tahu jika keluar rumah tanpa mengenakan masker didenda Rp 20 ribu. Mengingat sebelumnya hanya ditegur. Tak jarang dibiarkan. ‘’Ternyata sekarang didenda,’’ kata Rizaldi Ananta.

Rizal mengaku tak tahu-menahu aturan tersebut. Siswa salah satu sekolah swasta itu baru mengetahui adanya sanksi denda dari temannya. Setelah temannya terjaring operasi yustisi, Jumat lalu (18/9). ‘’Harusnya dikasih tahu lebih dulu,’’ ujarnya.

Tanpa pemberitahuan, aturan itu dipandang sebagai jebakan. Mengingat mobilitas pengendara di jalan tinggi. Sedangkan saat ini Rizal masih membiasakan diri atas protokol kesehatan tersebut. ‘’Bukan tidak mau, tapi karena pakai masker ini baru, jadi kadang lupa,’’ akunya.

Kini, Rizal waswas. Baginya yang masih bersekolah, Rp 20 ribu terbilang besar. Apalagi di saat pandemi ini. Uang saku sekolah Rp 15 ribu-Rp 20 ribu per hari tak lagi diterimanya akibat pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ). ‘’Kalau kena, terus nggak punya uang bagaimana?’’ ucapnya.

Suratno, warga lainnya, berpendapat lain. Dia mendukung pemberlakuan sanksi tegas itu. Dia pun menganggap besaran denda masih wajar. Dia hanya menyayangkan pemberlakuan sanksi itu dadakan. ‘’Tiba-tiba ada operasi dan banyak yang kena denda. Saya yang waktu itu sempat dicegat dan lihat, ya ikut kasihan,’’ katanya.

Kabagops Polres Magetan Kompol Agus Suharyono membantah jika aturan ini diberlakukan secara dadakan. Sebab, pemprov telah menerbitkan Perda 2/2020 untuk memayungi penertiban serentak di seluruh daerah di Jawa Timur. Tak terkecuali Magetan. Itu pun kerap disampaikan melalui media massa. Sehingga sudah sepatutnya warga paham dengan penegasan aturan untuk mendisiplinkan protokol kesehatan tersebut.  ‘’Infokom juga sering menyiarkan,’’ ujarnya. (odi/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close