Terkendala Lahan, Investasi Besar Sulit Masuk Magetan

30

MAGETAN – Modal investasi yang masuk ke Magetan diprediksi membumbung tinggi. Tercatat sampai dengan Februari lalu, rencana nilai investasi yang dicantumkan oleh penanam modal mencapai Rp 119,7 miliar.

Kondisi itu diyakini oleh DPMPTSP Magetan mampu mengurangi angka pengangguran. Karena diprediksi bisa menyerap 828 tenaga kerja. ‘’Tapi, itu baru sebatas rencana yang diajukan oleh investor. Masih panjang tahapan yang harus dilalui,’’ kata Kepala DPMPTSP Magetan Sunarti Condrowati.

Menurutnya, adapun tahapan yang mesti dilalui oleh pemilik modal itu berupa pengisian komitmen perizinan. Meliputi izin mendirikan bangunan (IMB) serta izin lain sesuai jenis bidang usaha. Namun, apabila sampai batas waktu yang ditentukan komitmen itu tidak dipenuhi, maka dianggap hangus. Sehingga, nilai investasi yang sudah diisi oleh pengusaha kembali ke angka nol. ‘’Jika semua izin sudah terpenuhi, baru investasi itu benar-benar masuk,’’ jelas Condro.

Lebih lanjut, Condro mengungkapkan sektor perdagangan dan perumahan mendominasi rencana nilai investasi tersebut. Dia menyebut belum ada industri besar yang masuk ingin menanamkan modal mereka di Magetan. Kendati demikian, pihaknya terus berupa untuk menjaring calon investor untuk menanamkan modalnya. ‘’Pengusaha punya pertimbangan sendiri untuk beinvestasi,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan masalah lahan menjadi kendala utama calon pemilik modal menginvestasikan uangnya di Magetan. Karena belum tentu semua lahan dapat dialihfungsikan. Terlebih pemkab telah berkomitmen untuk melindungi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Kendati ada investor yang sempat membidik lahan kategori tersebut. ‘’Kalau tidak ada lahan, bagaimana pengusaha mau berinvestasi,’’ ujarnya.

Tapi, pihaknya optimistis nilai investasi bakal selalu meningkat setiap tahunnya. Sebab, hal itu dipengaruhi oleh kebijakan pemkab. Seperti mempermudah proses perizinan. Selain melalui aplikasi online single submission (OSS) yang dianggap praktis, ke depannya keberadaan mal pelayanan public (MPP) di Pasar Baru Magetan juga diharapkan bisa memacu nilai investasi daerah. ‘’Kami kan tidak bisa mengintervensi pengusaha. Tergantung mereka bergerak di bidang apa, kami memfasilitasi izinnya,’’ terang Condro. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here