Terkait Jalur SNMPTN, Sekolah Dihantui Blacklist

92

NGAWI – Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) telah diumumkan Sabtu lalu (23/3). Di Ngawi, sebanyak 107 pelajar SMA dinyatakan lolos. Kendati begitu, blacklist dari PTN menghantui sekolah asal para pelajar tersebut jika mereka mengabaikan kelolosannya.

‘’Banyak kasus blacklist, sekolah jadi bulan-bulanan. Dari yang sudah-sudah, blacklist bisa sampai tiga-empat tahun, Padahal pendaftaran jalur ini tidak melibatkan sekolah sama sekali,’’ kata Ketua MKK SMA Ngawi Sukamdi kemarin (24/3).

Kamdi –sapaan akrab Sukamdi- menyebut, blacklist itu menimbulkan efek domino bagi pelajar angkatan bawah. Pasalnya, pihak PTN memangkas drastis jatah SNMPTN bagi sekolah yang masuk daftar hitam. Dia mencontohkan kasus di SMAN 1 Ngawi yang dinahkodainya.

Beberapa tahun lalu, kata dia, ada seorang anak didiknya nya yang mendaftar lewat jalur SNMPTN. Pelajar tersebut dinyatakan lolos di salah satu PTN yang dipilih, tetapi akhirnya tidak diambil. ‘’Blacklist masih berlaku sampai sekarang,’’ imbuhnya.

Kamdi mengaku tidak habis pikir kenapa sekolah yang mesti kena imbas blacklist. Padahal, sama sekali tidak dilibatkan dalam SNMPTN. Pemilihan PTN, kata dia, merupakan kewenangan penuh siswa. ‘’Kalau sekolah yang mendapatkan sanksi (blacklist, Red), mestinya pendaftarannya harus lewat sekolah,’’ ungkapnya.

Kamdi mengatakan, banyak alasan siswa tidak urung memanfaatkan jalur SNMPTN kendati dinyatakan lolos. ‘’Ada yang diterima di perguruan tinggi yang dianggap lebih baik, ada juga kasus karena yang membiayai kuliah tidak sreg dengan perguruan tingginya,’’ tuturnya.

Menurut dia, pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak menyikapi blacklist dari PTN. Sebab, segala ketentuan dalam SNMPTN merupakan otoritas PTN. Baik terkait nilai yang diambil sebagai acuan diterima-tidaknya pelajar maupun adanya blacklist itu sendiri.

Pun, berapa jatah pelajar yang bisa diterima bukan menjadi wewenang sekolah. ‘’Selama ini, pemberitahuan resmi blacklist di SMAN 1 Ngawi cuma dari ITB (Institut Teknologi Bandung, Red). Yang lain tahu-tahu hilang begitu saja. Ada juga yang sebelumnya mendapat jatah 22 pelajar, setelah di-blacklist cuma jadi dua,’’ papar Kamdi.

Menyikapi fenomena tersebut, pihaknya cuma bisa mewanti-wanti pelajar agar betul-betul yakin memilih PTN saat mendaftar SNMPTN. ‘’Cara yang lain, sekolah bisa juga melakukan pendekatan ke perguruan tinggi yang bersangkutan,’’ pungkasnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here